Rabu, April 22, 2026

Pelindo I Pastikan Laba Bakal Tembus Diatas Rp 1 Triliun

Must Read

Moneter.co.id –  Direktur
Utama PT Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana memastikan laba usaha perseroan tembus
di atas target Rp1 triliun tahun 2017 dari hasil kontribusi pengembangan
(ekspansi bisnis) yang dilaksanakan induk dan anak usaha hingga triwulan
III/2017.



“Kami punya program rintisan layanan peti
kemas di pelabuhan-pelabuhan utama terutama pelabuhan ibu kota provinsi. Sampai
triwulan III sudah mencapai 17.000 peti kemas, dibandingkan sebelumnya hanya
mencapai 7.000 lebih,” kata Bambang di Jakarta, Senin (30/10).

Bambang
mengatakan, layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Belawan tumbuh 12,
sedangkan untuk layanan antara pulau (domestik) tumbuh 20 persen.

Selain itu, jelas Bambang, perusahaan juga
memiliki layanan penundaan dan pemanduan untuk kapal-kapal swasta di Terminal
Khusus yang juga tumbuh masing-masing 17 persen dan 13 persen, sedangkan untuk
di wilayah Pelindo 1 sendiri tumbuh 7 persen.

“Atas berbagai upaya tersebut pendapatan
operasi sampai dengan triwulan 3 berhasl bertumbuh 12 persen mencapai Rp1,12
triliun, sedangkan laba usaha tumbuh 12 persen mencapai Rp787 miiar. Dengan
demikian kalau akhir tahun 2016 laba usaha tembus hampir Rp1 triliun, estimasi
kami tahun 2017 bisa di atas target Rp1 triliun,” kata Bambang.

Menurut Bambang, semua prestasi yang dicapai
itu bukan karena adanya kenaikan tarif karena sudah tiga tahun belum ada
kenaikan tarif layanan peti kemas. Perusahaan justru membangun terminal
rintisan dengan tujuan menumbuhkan ekonomi daerah yang akhirnya berkontribusi
kepada peningkatan layanan pelabuhan.

Bambang mencontohkan, Pelabuhan Tanjung Pinang dan
Pulau Bintan kalau awalnya layanan berkisar 100 sampai 500 peti kemas per
bulan, maka sampai dengan triwulan III ini sudah mencapai 2.000 peti kemas.
Capaian itu berkat investasi perusahaan untuk pengadaan lapangan penumpukan dan
investasi alat.

“Investasi juga dilaksanakan di pelabuhan peti
kemas Belawan untuk mempercepat layanan bongkar muat sehinga kapasitas
meningkat tembus 1,1 juta twenty-foot equivalent (TEUs), seharusnya bisa 1,2
juta TEUs , namun sulit direalisasikan mengingat keterbatasan kapasitas
pelabuhan penampungan, kata Bambang.

Di pelabuhan yang sama saat ini tengah dilakukan
pembangunan dermaga sepanjang 700 meter mengarah ke laut lepas dibagi dalam dua
paket pekerjaan yang dikerjakan konsorsium PT Pelindo 1, PT Wijaya Karya, dan
PT Hutama Karya. Paket pertama dibiayai konsorsium bank BUMN, sedangkan paket
kedua dibiayai IDB.

Perkembangan pekerjaannya saat ini sudah 53 persen
diharapkan sampai dengan akhir 2018 sudah dapat beroperasi, sebenarnya
pertengahan 2018 sudah dapat beroperasi akan tetapi masih menunggu alat angkut
(crane) Super Post Panamax berkapasitas 1,1 juta TEUs, dengan ekpansi ini maka
kapasitas di terminal peti kemas internasional Belawan akan bertambah menjadi 2
juta TEUs nantinya..

Penambahan peralatan juga terus dilaksanakan di
cabang-cabang terminal peti kemas Pelindo 1 seperti Tanjung Pinang, Sibolga,
Kijang, dan Perawang. Tingginya pengiriman barang menggunakan layanan peti
kemas sebagai cara yang paling murah dan aman harus diantisipasi melalui
peningkatan pelayanan, kata Bambang.

Bambang juga menjelaskan untuk pelayanan penundaan
dan pemanduan sejak 2016 perusahaan telah mulai pengadaan kapal tunda sehingga
sampai saat ini sudah berjumlah 12 semuanya baru untuk melayani terminal
khusus, terutama di Dumai dan Karimun.

Kemudian untuk memberikan layanan kepelabuhan di
daerah-daerah pemasok (Hinterland), seperti di Sumatra yang kaya dengan
perkebunan sawit, berlokasi di pelabuhan Dumai kapasitas terminal curah akan
ditingkatkan dari 7 juta ton menjadi 8 juta ton, kemudian di Belawan akan
dibangun terminal curah kering conveyor berkapasitas 1000 ton per jam, awalnya
masih menggunkaan crane berkapasitas 1000 ton per hari.

Masih di terminal peti kemas Belawan, kata
Bambang, perusahaan juga tengah membangun “car terminal” tiga lantai
yang sanggup menampung 1.000 kendaraan pengangkut peti kemas.

Menurut Bambang, sejak tahun 2014 perusahaan
melakukan investasi rata-rata Rp1 triliun, sedangkan untuk tahun dua tahun
terakhir Rp2,5 triliun belum termasuk anak usaha, begitu juga di tahun 2018
angkanya masih sebesar itu, bahkan di 2018 perusahaan berencana mengakuisisi
perusahaan logistik.

“Ketimbang membangun depo dan gudang sendiri,
lebih baik mengakuisisi yang sudah jadi sehingga bisa langsung dipanen, apalagi
bisnis logistik ke depan sangat menjanjikan seiring dengan perkembangan
e-commerce,” kata Bambang menjelaskan pertimbangan mengakuisisi perusahaan
logistik.

Bambang juga menjelaskan peusahaan logistik yang
akan dipilih nantinya memliki depo dan gudang yang kuat di wilayah Sumatra
tujuannya untuk memanfaatkan kehadiran tol Sumatra yang juga terkoneksi dengan
pelabuha-pelabuhan milki Pelindo 1.

Bambang mengatakan dengan hadirnya Kuala Tanjung
sebagai gateway menuju Riau, Dumai, Jambi, Palembang akan lebih berhemat sampai
200 dolar AS, ketimbang harus melalui Singapura. 

Potensi Kuala Tanjung juga akan ditingkatkan
melaui perkuatan perusahaan logistik untuk melayani pelayaran jarak pendek
(short sea shipping)

Bambang mengatakan, dalam rangka pembangunan multi
purpose terminal Kuala Tanjung, perusahaan membaginya dalam empat tahap
pekerjaan meliputi dermaga saat ini perusahaan hampir menyelesaikan pekerjaan
di sisi laut (91 persen) sedangkan di sisi darat 71 persen karena masih ada
lahan yang masih dikuasai warga, bersamaan pekerjaan fisik juga telah dibuat
kesepakatan dengan sejumlah shipping line diantaranya Maersk.

Terkait kondisi fisik di lapangan membuat rencana
operasi juga mundur menjadi kuartal 2 2018 dari target kuartal 1. Kendala
pembangunan selain persoalan lahan di sisi darat, juga pembangunan pelabuhan
yang dibangun di laut lepas tidaklah mudah, sampai saat ini sudah ditanam 70
tiang pancang dari rencana 40, kata Bambang.

Sedangkan untuk tahap 2, akan dibangun kawasan
industri ditujukan bagi industri berbasis manufaktur seperti industri kimia,
minyak, dan metal sejauh ini tenant yang berkomitmen akan masuk PT Semen
Indonesia, PT Maspion, serta beberapa lainnya, tahap 3 pembangunan pelabuhan
industri (indust port) dan tahap 4 pembangunan pelabuhan penghubung (hub port).

Untuk memenuhi kebutuhan lahan industri,
perusahaan tengah menyiapkan reklamasi seluas 1.400 hektar, berbarengah hal itu
saat ini tengah proses pemilihan perusahaan sebagai mitra dalam pengelolaan
pelabuhan nantinya, jelas Bambang.

Terkait sumber dana untuk investasi Rp2,5 triliun,
Bambang mengatakan, Pelindo 1 hanya menyiapkan dari dana obligasi Rp1 triliun,
sedangkan sisanya dana dari hasil sekuritisasi aset berupa pendapatan
perusahaan untuk lima tahun ke depan yang diambil dimuka, dan selanjutnya
bersumber dari pinjaman.


(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

SEEK Perkuat Daya Saing Pencari Kerja lewat Verifikasi Bahasa Inggris di Asia Pasifik

Persaingan pasar tenaga kerja yang kian ketat mendorong platform rekrutmen memperkuat fitur diferensiasi bagi kandidat. SEEK meluncurkan verifikasi kemampuan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img