Moneter.co.id – Realisasi penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai
(KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah (Jateng) sampai dengan 15 November 2017
mencapai Rp22,47 triliun atau 62,15 persen dari target penerimaan selama 2017
yang dipatok Rp36,15 triliun.
“Kami
akan berupaya maksimal agar rencana penerimaan cukai tahun ini bisa
direalisasikan,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC
Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini, Minggu (19/11).
Menurutnya,
berdasarkan perhitungan di rekening kredit cukai yang akan dibayar hingga jatuh
tempo 31 Desember 2017, diprediksi realisasi cukai tahun 2017 sebesar 95,89
persen.
Untuk
target bea masuk hingga 15 November 2017, lanjut dia, sudah terealisasi Rp39,67
miliar atau 74,85 persen dari rencana sebesar Rp53 miliar. “Adapun target secara total yang dibebankan kepada
KPPBC Kudus sebesar Rp36,76 triliun,” ujarnya.
Target sebesar itu, lanjutnya, meliputi target penerimaan cukai hasil
tembakau sebesar Rp36,15 triliun, kemudian target cukai plastik sebesar
Rp570,12 miliar serta target bea masuk sebesar Rp53 miliar.
Target
penerimaan cukai yang dibebankan kepada KPPBC Kudus tahun ini, lebih besar
dibandingkan dengan target sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp33,94 triliun.
Adapun
realisasinya selama 2016 sebesar Rp32,53 triliun atau 95,82 persen dari target
penerimaan.
Upaya
lain untuk meningkatkan target penerimaan cukai, yakni melalui penindakan
terhadap pelanggaran di bidang cukai.
Penindakan
di bidang cukai, dinilai bisa berdampak positif terhadap pengusaha rokok legal
karena penjualan produknya di pasaran dipastikan bisa meningkat ketika
peredaran rokok ilegal bisa ditekan.
Kondisi
berbeda, ketika peredaran rokok ilegal masih marak, maka pangsa pasar rokok
legal juga berpengaruh, sehingga berdampak pada pemesanan pita cukai rokok.
KPPBC
Kudus sendiri selama Januari hingga September 2017 berhasil melakukan 57 kali
pengungkapan kasus pelanggaran di bidang cukai yang berasal dari Kabupaten
Jepara, Pati, dan Kudus.
Sementara
potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan bersekitar Rp9 miliar lebih.
Keberadaan Satpol PP di beberapa kabupaten yang
menjadi wilayah kerja KPPBC Kudus juga diharapkan bisa bersinergi dalam
memberantas peredaran rokok ilegal. (HAP)




