Selasa, Januari 27, 2026

Dirjen LHK: Pengelola TPM dan HIPPAM di Madura Harus dapat Penghargaan

Must Read

Moneter.co.id – Dirjen
Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, M.R. Karliansyah mengapresiasi langkah PT Pertamina Hulu
Energi
 West Madura Offshore (PHE
WMO) dalam pelestarian lingkungan berbasis peningkatan ekonomi masyarakat 
diwilayah Bangkalan Madura Jawa Timur.

“Yang dilakukan PHE WMO sangat luar
biasa,” ucap Karliansyah usai mengunjungi lokasi Taman Pendidikan Mangrove
(TPM) Labuhan Kecamatan Sepuluh dan HIPPAM Sumber Barokah di Desa Bandang Daja,
Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, Senin (20/11).

Ia
menjelaskan, program pendukung di daerah operasinya bukan hanya membuat
lingkungan hidup menjadi lebih bagus, dan manfaat ekonominya juga dirasakan
masyarakat. Lebih dari itu juga muncul dukungan dari masyarakat.

Karliansyah juga mengusulkan pengelola
TPM dan HIPPAM yang dilakukan dua masyarakat lokal seperti M Syahril dan
Muhammad Tumar sudah pantas menerima Kalpataru sebagai bukti nyata bahwa kedua
masyarakat lokal tersebut berjuangan menjaga lingkungan hidup.

“Perjungan Pak Syahril mengelola Taman
Pendidikan Mangrove di Labuhan dan Pak Tumar mengelola HIPPAM Sumber Barokah
layak kita beri apresiasi,” kata Karliansyah

Karliansyah berharap agar Pemda
Bangkalan atau PHE WMO mengusulkan pada Kementerian Lingkungan Hidup agar
mereka bisa dicalonkan sebagai penerima Kalpataru mendatang.

Karliansyah menilai, Syahril yang
tahun lalu dinobatkan menjadi Lokal Hero oleh Pertamina mempunyai kontribusi
sangat besar dalam memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan perekonomian
masyarakat di Labuhan.

“TPM Labuhan ini bukan saja bagus
untuk lingkungan, misalnya menahan abrasi, tetapi juga mampu menciptakan
lapangan kerja dan menjadi objek wisata andalan Kabupaten Bangkalan. Nilainya
lebih besar lagi karena ini ada di pesisir Utara Pulau Madura,” jelas
Karliansyah

Bahkan, Karliansyah juga memuji
kebijakan warga pengelola TPM Labuhan yang melarang pelajar  berkunjung
pada jam sekolah kecuali ada surat tugas dari sekolah atau diantar guru.
Karliansyah juga sepakat dengan kebijakan warga yang hanya membuka TPM Labuhan
hingga pukul 17.00. 

“Karena namanya Taman Pendidikan
Mangrove, saya sangat sepakat jika aspek pendidikan menjadi prioritas utama.
Larangan pelajar berjunjung pada jam sekolah sangat tepat. Demikian juga dengan
keputusan jam operasional hingga pukul 17.00,” katanya.

Karliansyah juga  memberi
apresiasi atas keberhasilan kelompok itu memasok kebutuhan air bersih untuk 400
KK.

“Banyak yang mencoba memenuhi
kebutuhan air bersih secara berkelompok. Tapi biasanya hanya untuk 10 KK. Ini
untuk 400 KK. Kalau satu KK ada 5 jiwa, maka ada 2.000 jiwa yang kebutuhan air
bersihnya terpenuhi. Ini luar biasa,” tegasnya.

Menurut Karliansyah, apa yang
dilakukan Muhammad Tumar dan warga  pengurus HIPPAM Sumber Barokah dan M
Syaril  dan warga pengelolan  TPM Labuhan layak mendapat apresiasi
pemerintah.

“Pertamina dalam hal ini PHE WMO tahun
lalu sudah mendapat apresiasi dari pemerintah berupa Proper Emas. Kini selain
PHE WMO, saya usulkan juga agar tokoh lokal seperti Pak Syahril dan Pak Tumar
juga juga layak mendapat apresiasi dari pemerintah,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img