Selasa, Januari 27, 2026

AAUI Catat Pendapatan Premi Asuransi Umum Rp 44,2 Triliun

Must Read

Moneter.co.id – Asosiasi
Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi umum sebesar
Rp44,2 triliun pada triwulan III/2017. Angka ini tumbuh sebesar 2,8% bila
dibanding Q3 tahun 2016 yang sebesar Rp43,0 triliun.

Tercatat ada
enam lini bisnis asuransi umum yang membukukan pertumbuhan pendapatan premi
negatif pada triwulan III 2017, yaitu Asuransi Pesawat Udara, Satelit, Energy
Lepas Pantai, Kredit, Rangka Kapal, dan Penjaminan.

“Sedangkan
sisanya mencatatkan pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan periode yang
sama tahun 2016,” kata Wakil Ketua sekaligus Ketua Bidang Statistik,
Riset, dan Analisis serta Teknologi Informasi Informasi dan Aktuari AAUI
Trinita Situmeang, Kamis (30/11).

Rinciannya,
penurunan premi asuransi satelit sekitar minus 89,5 persen dari Rp79,5 triliun
menjadi Rp8,4 miliar pada kuartal III/2017.

Kemudian,
asuransi pesawat udara minus 44,1 persen dari Rp960 miliar menjadi Rp536,8
miliar, asuransi penjaminan minus 34,6 persen dari Rp1,39 triliun menjadi
Rp909,6 miliar dan asuransi energi offshore minus 16,8% dari
Rp1,36 triliun menjadi Rp1,13 triliun.

Trinita
mengatakan, pertumbuhan ini masih sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara
makro yang sebesar 5,06 persen pada kuartal III/2017. “Jasa keuangan dan
asuransi tumbuh sebesar 6,44 persen pada kuartal III 2017 lalu,” kata
Trinita.

Adapun, pertumbuhan
premi tertinggi terjadi pada jenis asuransi energi darat sebesar 56,8 persen
menjadi Rp168,8 miliar. Sementara asuransi aneka 18,5 persen menjadi Rp1,89
triliun, dan asuransi rekayasa 13,2 persen menjadi Rp1,6 triliun.  

Total premi
terbesar disumbang oleh asuransi harta benda yang mencapai Rp13,03 triliun
dengan pertumbuhan 4 persen dan asuransi kendaraan bermotor yang mencapai
Rp12,45 triliun atau naik 11,6 persen.  

Terkait
klaim, pertumbuhan klaim pada kuartal III tahun 2017 tercatat sebesar Rp19,8
triliun, turun sebesar -2,5% dibandingkan kuartal III 2016 yang tercatat
sebesar Rp20,2 triliun.

Penurunan
klaim terjadi pada sebagian besar lini usaha asuransi, sedangkan lini usaha
yang mencatatkan peningkatan klaim adalah Asuransi Energy Darat, Rangka Kapal,
Tanggung Gugat dan Kredit. “Sedangkan Claim Ratio pada
kuartal III tahun 2017 tercatat sebesar 44,6% menurun dibandingkan tahun lalu
sebesar 47,1%,” tegas Trinita. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img