Minggu, Maret 1, 2026

Adaro Energy Bagikan Dividen Tunai Rp 1,35 Triliun

Must Read

Moneter.co.id – PT Adaro
Energy Tbk (ADRO) menetapkan kurs konversi pembagian dividen interim pada 2017 sebesar
Rp13.498 per dollar Amerika Serikat (AS) sesuai dengan surat perusahaan per 21
Desember 2017. Besaran angka tersebut mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia (BI)
per 3 Januari tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan ADRO Mahardika Putranto mengatakan,
jumlah keseluruhan dividen tunai yang akan dibagikan perusahaan dalam mata uang
rupiah adalah sebesar Rp1,35 triliun.

“Nantinya,
ADRO akan membagikan dividen untuk 31,98 miliar saham dengan masing-masing
saham akan memperoleh dividen sebesar Rp42,25 untuk setiap saham,” ujarnya,
Rabu (03/01).

Apabila
mengacu pada harga saham ADRO pada pertengahan perdagangan Rabu 3 Januari 2018
sebesar Rp1.835, maka dividen yield
dari aksi korporasi perusahaan berada di kisaran sekitar 2,3%.

Sekedar informasi, ADRO menuai
hasil dari mengakuisisi 75% saham IndoMet Coal Project dari BHP Billiton dengan
nilai US$ 120 juta pada Juni 2016. Sebelumnya, Adaro telah memiliki saham 25%
di perusahaan tambang asal Australia itu sejak tahun 2010.

Setelah aksi tersebut, aset
yang sebelumnya bernama IndoMet Coal Project, kini berubah nama menjadi Adaro
MetCoal Companies. Ada tujuh usaha pertambangan dengan kontrak Perjanjian Karya
Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi III di bawah Adaro MetCoal
itu, yakni PT Lahai Coal, PT Ratah Coal, PT Juloi Coal, PT Pari Coal, PT Sumber
Barito Coal, PT Kalteng Coal dan PT Maruwai Coal. Total sumber daya batubara
dari ketujuh tambang itu sebesar 1,27 miliar ton.

Head
of Corporate Communication

Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan, Adaro Metcoal Companies sudah bisa
memproduksi batubara kokas semi lunak (cooking
coal
) dan thermal peringkat tinggi. Hingga akhir September 2017 lalu, Adaro
MetCoal sudah memproduksi batubara kokas sebanyak 670.000 ton.

Dijelaskan, batubara kokas
ini tak hanya dijual di Indonesia, melainkan juga dijual ke luar negeri yang
digunakan untuk keperluan industri besi dan baja, pengecoran, dan industri
lain.

Sayangnya, Adaro
enggan menyebutkan harga jual batubara kokas tersebut, baik harga jual di dalam
negeri maupun harga impor.

Namun
berdasarkan catatan The Steel Index, harga batubara kokas sekitar USD176 per
ton. Bahkan di pasar spot harga batubara kokas bisa mencapai USD300 per ton.
Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan harga batubara thermal yang hanya USD90
per ton.

 

(SAM)

  

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img