Moneter –
Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman
berbasis kebijakan senilai 500 juta dolar AS kepada Indonesia. “Pinjaman ini
akan membantu meningkatkan kualitas SDM, menaikkan produktivitas tenaga kerja
serta reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan
perlindungan sosial,” kata Direktur ADB bidang Pembangunan Manusia dan Sosial
bagi Asia Tenggara Ayako Inagaki, Minggu (21/11).
“Program ini akan membantu pemerintah Indonesia guna mencapai
berbagai target kesehatan dan pendidikan dalam Sustainable Development Goals,” katanya.
Hal ini seiring diperlukannya tingkat pertumbuhan
tahunan hingga 7% agar Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi
pada 2045 sehingga membutuhkan angkatan kerja yang terampil bagi transisi
menuju manufaktur teknologi tinggi dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi.
Indeks modal manusia Indonesia naik menjadi 54% pada
2020 dari sebelumnya 50% pada 2010.
Pembangunan manusia diidentifikasi sebagai pendorong
penting pertumbuhan ekonomi dalam Visi 2045 pemerintah Indonesia dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024.
Pinjaman baru ini membiayai subprogram pertama dari
tiga subprogram Meningkatkan Produktivitas Melalui Program Pembangunan Modal
Manusia atau Boosting Productivity
through Human Capital Development Program.
Program ini menggabungkan pinjaman berbasis kebijakan
dengan bantuan teknis dan dukungan pengetahuan yang berfokus pada kesehatan,
pendidikan, dan perlindungan sosial sehingga akan menaikkan indeks SDM
Indonesia menjadi 59% pada 2026.
“Adanya angkatan kerja yang terampil dan sehat melalui
pendidikan teknis dan vokasi, pelatihan dan pendidikan tinggi akan mendorong
perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia sehingga turut memajukan pembangunan
sektor swasta,” jelasnya.




