Moneter.id – PT
Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 9,1 triliun sampai
dengan November 2019. Kontrak ini didominasi oleh kontrak pengaman pantai di
Palu, Sulawesi Tenggara senilai Rp 248,2 miliar dan pembangunan rusun di
Penjaringan, Jakarta Utara, senilai Rp 221,3 miliar.
Sekretaris
Perusahaan Adhi Karya, Parwanto Noegroho menjelaskan, dari segi lini bisnis,
kontrak baru tersebut paling banyak disumbang dari bisnis konstruksi dan energi
sebesar 81,4%.
“Sisanya
dari sektor properti sebesar 18,2% dan bisnis lainnya,” katanya dalam siaran
persnya di Jakarta, Senin (9/12).
Lanjutnya,
dari tipe pekerjaan, kontrak baru tersebut berasal dari proyek gedung sebesar
72,2%, jalan dan jembatan sebesar 6,5% dan proyek infrastruktur lainnya sebesar
21,3%.
“Sedangkan
dari sumber dana, kontrak baru paling banyak didanai dari pemerintah sebesar
22,8%, BUMN sebesar 65,7% dan swasta sebesar 11,5%,” ujar Parwanto.
Tambahnya,
tahun ini perseroan menargetkan raihan kontrak baru senilai Rp 30 triliun.
Kontrak tersebut akan disumbang dari lini bisnis kontruksi dan energi sebesar
81,3% serta properti sebesar 18,4%.




