Moneter.co.id – PT
Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berhasil menyalurkan
pembiayaan baru sebesar Rp23,8 triliun hingga kuartal III/2017. Angka ini naik
sekitar 7,7 persen dari periode yang sama di tahun 2016.
Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli
mengatakan, peningkatan pembiayaan baru tersebut juga sejalan dengan
peningkatan laba yang didapat oleh perusahaan tersebut.
“Peningkatan itu juga menyebabkan peningkatan profit kita
yang sampai September 2017 itu menjadi Rp1,092 miliae atau naik 21 persen dari
tahun lalu,” ucap Hafid, Kamis (02/11).
Menurutnya, hingga saat ini, kontributor terbesar berasal dari pembiayaan
kendaraan roda dua sebanyak 56 persen atau sebesar Rp13,4 triliun. Lebih rinci,
ia menjelaskan bahwa presentase pembiayaan motor baru sebesar 36 persen
sedangkan motor bekas sebesar 20 persen.
Sementara, untuk portofolio pembiayaan mobil
sendiri sebesar Rp9,8 miliar atau 41 persen dari total penyaluran yang
dikeluarkan oleh Adira Finance.
Untuk mobil baru sendiri memberikan kontribusi
sebesar 23 persen dan mobil bekas sebesar 18 persen. Sisanya merupakan barang
tahan lama (durable
goods) sebesar 3 persen
atau sekitar Rp605 miliar. Pada tahun depan, Hafid mengaku bahwa pertumbuhaan
pembiayaan bisa tumbuh sebesar 5 persen hingga 10 persen.
Hafid menambahkan, selain
pertumbuhan ekonomi yang juga diperkirakan membaik tahun depan, ia melihat
penjualan motor bekas di Indonesia masih cukup menjanjikan. “Harapan
kami pembiayaan roda dua dan roda persen masing-masing tumbuh 5 persen,”
lanjutnya.
Sedangkan, hingga bulan ke sembilan tahun ini,
emiten berkode ADMF tersebut mendapatkan pendanaan sebesar Rp20,5 triliun,
dalam bentuk pinjaman dan juga surat utang (obligasi). (HAP)




