MONETER
– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada Cargill
Indonesia yang merealisasikan investasi sebesar Rp1,3 Triliun melalui PT Sorini
Agro Asia Corporindo untuk membangun pabrik corn
wet milling di Pasuruan, Jawa Timur.
Pabrik
ini akan memproduksi pati jagung dan pemanis untuk dapat memenuhi kebutuhan
bahan baku pati jagung dan pemanis pada industri penggunanya.
“Pabrik
corn wet milling Cargill mengadopsi
aspek industri 4.0 dengan mengoptimalkan otomatisasi dalam keseluruhan proses mulai
dari penggilingan hingga pengemasan produk yang menggunakan sistem robotik,”
kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta,
Senin (12/9/2022).
Kata
Putu, investasi baru ini diyakini dapat mensubstitusi impor sekaligus meningkatkan
ekspor pati jagung dan pemanis. “Saat ini dengan meningkatnya produksi dalam
negeri, impor untuk pati jagung, sirop fruktosa dan sirop glukosa mulai
tersubstitusi produk dalam negeri,” jelasnya.
Kemenperin
mencatat terjadinya tren penurunan impor komoditas tersebut. Pada tahun 2019,
nilai impornya sebesar Rp2,99 triliun, kemudian turun menjadi Rp2,69 triliun di
tahun 2020, dan turun kembali menjadi Rp1,56 triliun tahun 2021.
“Untuk
memberikan kepastian pasokan jagung bagi industri dan mendukung tercapainya
program subtitusi impor jagung, Kemenperin telah mengusulkan Neraca Komoditas
Jagung pada tahun 2023. Dengan Neraca Komoditas, diharapkan adanya data
ketersediaan dan kebutuhan bahan baku jagung secara transparan dan akuntabel,”
imbuhnya.
Selain melalui Neraca
Komoditas, Kemenperin juga berharap perusahaan dapat bermitra dengan petani
jagung dalam rangka peningkatan produksi dan penyerapan bahan baku jagung yang
sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.




