Senin, Maret 2, 2026

Akhir Mei, Indo Premier Luncurkan Investasi ‘IPOTPay’

Must Read

Moneter.co.id – PT Indo Premier Securities segera meluncurkan produk berupa layanan pembayaran berbalut investasi bertajuk IPOTPay pada akhir Mei 2017. 

IPOTPay adalah suatu produk yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan transfer dana ke pihak ketiga, melakukan pembayaran tagihan seperti listrik, kartu kredit, BPJS Kesehatan dan lainnya. Layanan IPOTPay juga bisa digunakan untuk membeli voucer pulsa hingga top up e-wallet. 

Herry Oarto, Head of Marketing Indo Premier Online Technology (IPOT) mengatakan, IPOTPay dikombinasikan dengan high yield product yaitu money market fund (reksadana pasar uang) yang memberikan imbal hasil 6%-8% per tahun, jauh di atas bunga tabungan yang hanya sebesar 1% per tahun.  

Herry menambahkan minimal penempatan dana di IPOTPay Rp 100.000. “Dana yang masuk ke IPOTPay akan langsung dibelikan money market fund untuk mendapatkan high yield,” ujarnya, Kamis (11/5) 

Sementara untuk pencairan tergantung nasabah. “Kalau butuh dana untuk membayar kartu kredit baru dicairkan. Jika tidak digunakan dananya akan tetap diinvestasikan dan terus menghasilkan imbal hasil,” ucapnya. 

Selain memiliki IPOTPay, Indo Premier juga memiliki produk e-IPO. Produk ini merupakan layanan bagi nasabah Indo Premier yang ingin membeli saham perdana. “Nasabah bisa ikut penjatahan pasti dan penjatahan terpusat,” ujar Herry. 

“Namun untuk mendapat layanan ini, seseorang harus terdaftar menjadi nasabah Indo Premier,” tegas Herry. 

Fitur e-IPO yang telah diluncurkan sejak empat tahun lalu ini sejatinya juga dimiliki oleh anggota bursa yang lain. 

“Sistem e-IPO ini memudahkan nasabah memesan saham IPO sehingga mereka tak perlu antri dan cukup memesan secara digital,” jelas Herry. 

Hingga akhir tahun 2017, Indo Premier berharap bisa pertumbuhan 30% jumlah nasabah. Pada akhir tahun lalu Indo Premier memiliki 80.901 nasabah. 

Sehingga di akhir tahun ini diharapkan mencapai 105.171 nasabah. “Per akhir April jumlah nasabah IPOT 96.000 nasabah,” ujar Herry. 

Sedangkan target transaksi saham sebanyak 20%-30%. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir 2016, nilai transaksi Indo Premier Rp 7,75 triliun. 

Rep.Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Awal Maret 2026: HPE Konsentrat Tembaga Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) untuk periode pertama Maret 2026 sebesar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img