Moneter.co.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 56,1 triliun pada 2016. Capaian tersebut naik 16,24% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 48,26 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Perusahaan ritel ini juga mencatatkan beban pokok pendapatan 2016 sebesar Rp 45,23 triliun. Hal ini membuat laba bruto perusahaan pemilik gerai Alfamart, Alfamidi, dan Dan-Dan Apotek menjadiRp 10,87 triliun. Pendapatan 2016 AMRT ditopang dari bisnis makanan yang memberikan kontribusi Rp 36,43 triliun. Sedangkan dari bisnis non-makanan memberikan kontribusi Rp 19,67 triliun.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2016 tercatat Rp 601,58 miliar. Angka ini naik 33,36% dibandingkan dengan laba tahun berjalan pada tahun 2015 sebesar Rp 451,08 miliar.
Sebagai informasi, tahun ini perseroan bakal melebarkan ekspansi menambah gerai baru sebanyak 1.500 gerai. Gerai-gerai tersebut rencananya akan didanai dengan 90% dari belanja modal perseroan di tahun 2017 ini.
“Kami akan buka kurang lebih 1.500 gerai dengan belanja modal Rp 2,9 triliun,” kata Tomin Widian, Corporate Secretary Alfamart.
Ia menjelaskan, belanja modal tersebut sekitar 70% berasal dari internal cashflow perseroan sementara sisanya akan diambilkan dari utang bank.
Per kuartal 1 2017, Tomin mengatakan bahwa perseroan telah membuka sekitar 400 gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Rencananya, perseroan akan membuka 50% gerainya di luar jawa, sisanya berada di pulau Jawa.
Dari data akhir Desember 2016, AMRT sudah memiliki sekitar 12.366 gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Gerai-gerai ini belum termasuk gerai milik anak usaha perseroan seperti Alfamidi sebanyak 1230 gerai, Lawson sebanyak 35 gerai dan sebanyak 114 gerai.
Meski demikian, pembukaan gerai ini belum termasuk dalam rencana ekspansi perseroan ke negara tetangga yakni Filipina dengan membuka gerai sebesar 100-150 gerai di Filipina sehingga bisa menambah jumlah gerai total di negara tetangga tersebut hingga 300-350 gerai.
Rep.Sam




