Minggu, Maret 1, 2026

Amman Mineral Cari Dana Melalui IPO untuk Bangun Smelter

Must Read

MONETER – PT
Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berencana mencari pendanaan di pasar
modal lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Aksi ini untuk mendanai ekspansi
bisnis eksplorasi tambang tembaga dan batu bara serta pembangunan smelter,

Kata Direktur Amman Mineral Internasional, Alexander
Ramlie, bahwa perseroan serius menggarap smelter dengan investasi lebih dari
US$3 miliar yang termasuk untuk membangun smelter, process plant, dan power
plant baru.

“Smelter tersebut akan menghasilkan 222.000 ton katoda
tembaga, 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%,’ ucapnya, Jumat (2/6/2023).

Sementara itu, jelas Alex, untuk pemurnian logam mulia,
smelter tersebut juga akan menghasilkan 18 ton emas batangan dengan kemurnian
emas 99,9%, 55 ton perak batangan dengan kemurnian perak 99,9%, dan logam mulia
lainnya.

“Smelter ini dibangun sebagai upaya perseroan dalam
mendukung program hilirisasi pemerintah. Dengan pengolahan konsentrat tembaga
yang dilakukan di dalam negeri, perseroan memberikan nilai tambah bagi produk,
untuk Indonesia,” bebernya.

Smelter yang dibangun melalui anak usaha Amman Mineral
Internasional, PT Amman Mineral Industri (AMIN) akan memiliki kapasitas awal
900.000 ton konsentrat tembaga per tahun.

Perseroan mengungkapkan, outlook bisnis emas dan tembaga
ke depan masih cerah, terutama karena adanya kesenjangan antara permintaan dan
pasokan, yang akan menjadi sentimen positif bagi harga komoditas logam.

“Emas dan tembaga adalah barang yang tidak pernah
tidak dibeli di pasar. Asal kita bisa produksi pasti akan ada yang beli,” paparnya.

Menurutnya, bahwa para analis global, pelaku pasar, dan
trader memproyeksikan pada 2025 akan ada penurunan produksi yang akan
mengakibatkan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, suplai akan
berkurang dari yang ada saat ini.

Adapun, terkait progres pengerjaannya, sampai dengan
Januari 2023 smelter tersebut sudah rampung 51,63% dan didanai menggunakan project financing dari perbankan.

Kemudian pada aksi korporasi IPO,  perseroan membuka
harga berkisar Rp1.650 – Rp1.775 per saham. Sementara saham yang ditawarkan
sebanyak-banyaknya 7.287.520.000 (7,28 miliar) saham atau 10% dari modal
ditempatkan dan disetor.

Maka dengan demikian perseroan berpotensi meraih dana IPO
Rp12,9 triliun. Perseroan juga mengadakan Program Opsi Kepemilikan Saham kepada
Manajemen (Management Stock Option Plan atau Program MSOP) dengan menerbitkan
saham baru sebanyak-banyaknya 602.336.000 (602,33 juta) atau sebesar-besarnya
0,83% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana saham.

Diketahui, perseroan melalui anak perusahaannya yakni PT
Amman Mineral Nusa Tenggara, mengoperasikan tambang tembaga dan emas terbuka
yang dikenal sebagai tambang Batu Hijau di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten
Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Tambang Batu Hijau memproduksi konsentrat tembaga
berkadar tinggi yang sangat bersih serta mengandung emas dan perak sebagai
mineral pengikutnya, yang merupakan bahan baku (feedstock) yang sangat diminati oleh smelter di seluruh dunia. Per
tanggal 31 Desember 2022, tambang Batu Hijau secara kumulatif telah memproduksi
9.400 Mlbs tembaga dan 9,5 Moz emas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img