Moneter.id – Anak usaha PT Jasa Marga Tbk yakni, PT
Jasa Marga Properti (JMP) akan mengalokasikan sedikitnya Rp1,1 triliun hingga
Rp1,2 triliun untuk membangun 31 tempat istirahat atau rest area di seluruh ruas tol yang dioperasikan BUMN jalan tol itu.
“Total investasinya sebesar itu dan
semuanya bersumber dari Jasa Marga untuk tiga tahun,” kata Direktur
Keuangan dan Pengembangan Jasa Marga Properti, Dian Takdir Badrsyah, di Jakarta, Rabu (13/2).
Menurut Dian, total investasi sebesar
itu berasal dari rencana penghitungan anggaran untuk bangunan per meter persegi
Rp4 juta. “Diharapkan bisa titik impas dalam 8-10 tahun,” katanya. Kemudian, ia menyebutkan, hingga akhir tahun
pihaknya berharap 31 tempat istirahat itu dapat diselesaikan hingga akhir
tahun.
Sementara itu, Direktur Teknik PT JMP
Tita Paulina Purbasari mengaku, pihaknya tengah mempercepat pembangunan
konstruksi tempat istirahat itu. “31
rest area itu sebagian besar ada di
Tol Trans Jawa, sisanya di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara,” kata
Tita.
Hingga Februari 2019, kata Tita,
pihaknya telah mengoperasikan setidaknya delapan tempat istirahat di koridor
Jalan Tol Trans Jawa, seperti Rest Area Km 207A Jalan Tol Palikanci, Rest Area
Km 391A Jalan Tol Batang-Semarang dan Rest Area Km 519A Jalan Tol Solo-Ngawi.
PT JMP juga masih melakukan tahap
pembangunan konstruksi enam tempat istirahat
koridor Jalan Tol Trans Jawa.
Beberapa sudah dibuka meski masih secara
fungsional (temporer), atau dengan pelayanan minimum, antara lain Rest Area Km
360B Jalan Tol Batang-Semarang, Rest Area Km 379A Jalan Tol Batang-Semaran dan
Rest Area Km 389B Jalan Tol Batang-Semarang. “Intinya konstruksi secara masif
kami lakukan agar selain segera selesai, juga untuk meningkatkan layanan di
arus mudik 2019,” katanya.
Target perseroan, saat arus mudik,
tempat istirahat itu sudah berfungsi secara fungsional, kebutuhan dasar seperti
toilet, SPBU dan tempat ibadah tersedia.
Sementara itu, untuk pemanfaatan area
komersial di seluruh tempat istirahat itu, GM Tempat Istirahat dan Pelayanan PT
JMP Hubby Ramdhani menegaskan 70% untuk UMKM. “Sekitar 30% sisanya baru
untuk non-UMKM,” katanya.
Hubby juga menekankan, khusus untuk UMKM
harus mencantumkan harga jual di tempat usahanya. “Asumsinya agar tidak
kemahalan. Jika ada yang menjual di atas harga itu, bisa dilaporkan ke
pengelola rest area,” kata
Hubby.
Hubby juga memastikan, seluruh tempat
istirahat itu selain dilengkapi prasarana standar, juga akan dilengkapi tempat top up untuk e-toll. “Rencananya ada vending
machine untuk top up yang bisa
melayani aneka kartu e-toll dari
sejumlah bank,” katanya.




