Selasa, Januari 27, 2026

Anggaran PEN 2021 Capai Rp688,33 Triliun

Must Read

Moneter.id

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran untuk
program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 meningkat dari alokasi
sebelumnya Rp627,9 triliun atau mencapai Rp688,33 triliun.

“Program PEN tahun 2021 mencapai Rp688,3 triliun yang
kalau dibandingkan (realisasi) tahun 2020 mencapai Rp579,78 triliun. Ini
menunjukkan adanya kenaikan yang cukup signifikan,” katanya di Jakarta, Senin (15/2).

Katanya, program PEN ini merupakan survival dan
recovery kit untuk melindungi masyarakat, menjaga kelangsungan usaha dan
mendukung program prioritas.

Rinciannya, bidang kesehatan memiliki alokasi anggaran
Rp173,3 triliun meliputi program vaksinasi COVID-19, diagnostik (testing dan
tracing), biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan
kematian.

Kemudian juga bantuan iuran BPJS untuk PBPU/BP,
earmark TKDD untuk kesehatan, insentif perpajakan kesehatan, dan anggaran
komunikasi PEN.

Bidang kedua adalah perlindungan sosial Rp150,21 triliun
meliputi PKH bagi 10 juta KPM, kartu sembako, Pra Kerja, BLT Dana Desa, bansos
tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota PJJ, diskon listrik, serta iuran jaminan
kehilangan pekerjaan.

Bidang ketiga adalah program prioritas sebesar Rp123,8
triliun meliputi pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan ICT, pinjaman ke
daerah dan subsidi ke daerah, padat karya K/L, kawasan industri, serta program
prioritas lainnya.

Bidang keempat adalah dukungan UMKM dan pembiayaan
korporasi Rp187,17 triliun dengan fokus pada subsidi bunga KUR dan non-KUR,
BPUM, penjaminan loss limit UMKM dan korporasi, IJP UMKM dan korporasi,
pembebasan rekmin dan biaya abonemen listrik, serta pembiayaan PEN lainnya

Kemudian juga untuk penempatan dana dan pencadangan
serta PMN kepada BUMN yang menjalankan penugasan yaitu HK, ITDC, Pelindo III,
dan KIW.

Bidang kelima adalah insentif usaha Rp53,86 triliun
meliputi PPh 21 DTP, pembebasan PPh 22 Impor, pengembalian pendahuluan PPN, PPh
Final DTP UMKM, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, penurunan tarif PPh Badan,
serta PPN tidak dipungut KB/KITE.

Baca
juga:
Menkeu: Anggaran Program PEN Naik Hingga Rp619 Triliun

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img