Moneter.id – PT HM Sampoerna Tbk
(HMSP) membukukan penurunan penjualan bersih sebesar
11,8% yoy,
dari Rp 50,72 triliun menjadi Rp 44,73 triliun sepanjang semester I/2020.
Tulis perseroan di keterangan resminya di Jakarta,
Minggu (26/7/2020), penurunan top line pada
paruh pertama tahun ini lebih disebabkan oleh merosotnya penjualan pada kuartal
II-2020.
Dengan membandingkan laporan keuangan HMSP per Juni
2020 dengan laporan keuangan HMSP per Maret 2020, penjualan pada triwulan kedua
tahun ini merosot hingga 21,81% yoy menjadi
Rp 21,04 triliun.
Padahal, pada kuartal II-2019, HMSP masih membukukan
penjualan Rp 26,91 triliun. Kinerja ini turun drastis jika dibandingkan dengan
penjualan HMSP pada kuartal I-2020 yang hanya terkoreksi 0,49%, dari Rp 23,81
triliun menjadi Rp 23,69 triliun.
Meskipun begitu, jika menghitung perolehan secara
kuartalan, penjualan HMSP pada kuartal II-2020 hanya lebih rendah 11%
dibandingkan penjualan pada kuartal I-2020.
Jika merinci per jenis produknya, maka penjualan
sigaret kretek mesin (SKM) HMSP di pasar lokal menjadi yang turun paling dalam
sepanjang April-Juni 2020 ini.
Pendapatan dari produk yang berkontribusi sebesar 66%
terhadap pendapatan total HMSP ini merosot 27,35% yoy,
dari Rp 19,22 triliun pada kuartal II-2019 menjadi Rp 13,96 triliun pada
kuartal II-2020.
Penurunan penjualan tersebar selanjutnya dicatatkan
oleh produk sigaret putih mesin (SPM) yang terkoreksi 23,88% yoy menjadi Rp 2,14 triliun dari
sebelumnya Rp 2,81 triliun. Meskipun begitu, SPM cuma menyumbang 10% terhadap
total pendapatan HMSP per kuartal II-2020.
Sebaliknya, penjualan sigaret kretek tangan (SKT)
tumbuh 1,95%, dari Rp 4,66 triliun pada kuartal II-2019 menjadi Rp 4,75 triliun
pada kuartal II-2020. Namun, kontribusinya yang hanya mencapai 23%
terhadap pendapatan total HMSP masih jauh di bawah produk SKM.
Apabila diakumulasi, penjualan SKT HMSP sepanjang
semester I-2020 ini meningkat 6,77% yoy menjadi Rp 9,51 triliun. Sebaliknya,
penjualan SKM turun 15,11% yoy menjadi
Rp 30,5 triliun dan SPM -20,80% menjadi Rp 4,31 triliun.
Selain ketiga jenis produk yang dijual di pasar lokal,
HMSP juga melakukan penjualan ekspor dan produk lainnya meski kontribusinya
terbilang masih sangat kecil.
Sementara itu, penjualan ekspor HMSP sepanjang paruh
pertama tahun ini merosot 25,44% yoy menjadi Rp 142,67 miliar, sedangkan
penjualan lainnya naik 7,75% yoy menjadi
Rp 270,37 miliar.
Sejalan dengan penurunan penjualan total, HMSP turut
mencatatkan penurunan laba bersih. Sepanjang April-Juni 2020, laba yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk HMSP anjlok 55,09% yoy, dari Rp 3,48 triliun menjadi Rp 1,56
triliun.
Jika dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2020,
jumlah ini terkoreksi 52,89%. Pasalnya, pada kuartal I-2020, laba bersih HMSP masih
tumbuh 1,10%, dari Rp 3,29 triliun menjadi Rp 3,32 triliun. Alhasil, laba
bersih HMSP sepanjang semester I-2020 merosot 27,82%, dari Rp 6,77 triliun
menjadi Rp 4,89 triliun.




