ARTOTEL Casa Kuningan kembali menghadirkan pengalaman seni melalui ARTOTEL Artspace dengan mempersembahkan pameran bertajuk “Whispers in Bloom: A Private Floral Affair”, sebuah pameran tunggal karya seniman cat air, Puti Mustika. Pameran ini akan dibuka pada Jumat, 10 April 2026, bertempat di Artspace, G Floor, ARTOTEL Casa Kuningan, dan berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara ARTOTEL Casa Kuningan dan EIARTI, sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung perkembangan seni kontemporer serta memberikan ruang bagi seniman lokal untuk berekspresi.
“Melalui ARTOTEL Artspace, kami ingin terus menghadirkan karya-karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki kedalaman emosional. Kolaborasi dengan EIARTI dan Puti Mustika dalam pameran ini menjadi salah satu upaya kami untuk memberikan pengalaman seni yang lebih intim dan bermakna bagi para tamu dan penikmat seni,” ujar Hassanudin, General Manager ARTOTEL Casa Kuningan.
Puti Mustika merupakan seniman cat air yang berfokus pada tema floral dan botani sejak tahun 2017. Karya-karyanya berkembang melalui eksplorasi studio yang berkelanjutan, dengan pendekatan yang intuitif melalui repetisi, observasi, serta sensitivitas terhadap bentuk-bentuk organik. Melalui teknik sapuan berlapis dan gerakan kuas yang mengalir, ia menghadirkan komposisi yang terasa ringan, terbuka, dan terus berkembang, sekaligus mencerminkan dinamika emosi yang halus.
Dalam pameran ini, Puti menghadirkan karya-karya yang tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menjadi medium ekspresi emosi yang tidak selalu dapat diungkapkan dengan kata-kata. Proses kreatifnya dimulai dari air, kemudian pigmen hadir dan menyebar secara bebas, melampaui kontrol, membentuk wujud yang rapuh dan tak terduga. Di dalam proses tersebut, terdapat ruang untuk penerimaan, di mana kerentanan menjadi bagian dari karya itu sendiri.
Bunga-bunga yang dihadirkan tidak sekadar menjadi simbol, melainkan refleksi dari kondisi emosional—mekar, melembut, hingga perlahan memudar. Makna tidak terletak pada bentuk semata, melainkan pada bagaimana warna bergerak, berpadu, dan menghilang. Setiap lukisan menjadi ruang pelepasan, tanpa tuntutan kesempurnaan, di mana rasa bahagia, melankolis, hingga kegelapan larut dalam gerak dan warna.
“Melalui pameran ini, kami mengundang para pecinta seni untuk hadir dan merasakan pengalaman yang lebih personal bersama karya-karya yang ditampilkan, serta menjadi bagian dari perjalanan artistik yang penuh emosi dan makna,” tutup Hassanudin.




