Moneter.id – Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT ASABRI (Persero) mencatatkan jumlah aset PT ASABRI senilai Rp38,31 triliun pada tahun 2022. Atau bertumbuh 13,17 persen dibandingkan dengan jumlah aset pada tahun 2021.
Selain pemulihan aset investasi yang selektif, pertumbuhan aset PT ASABRI juga ditopang dengan adanya pengakuan piutang premi Unfunded Past Service Liability (UPSL) oleh Menteri Keuangan senilai Rp4,55 triliun yang sebagian telah dibayarkan pada tahun 2022 sebesar Rp2,27 triliun.
Meskipun ekuitas pada akhir tahun 2022 masih dalam kondisi minus Rp1,58 triliun, tetapi terdapat kenaikan 69,86 persen dibandingkan dengan posisi ekuitas akhir 2021 yang minus Rp5,24 triliun, dan secara konsisten membaik dari posisi ekuitas pada tahun 2020 yang minus Rp13,3 triliun.
Kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban ke peserta dinilai semakin solid. Hal ini terlihat dari rasio likuiditas, yakni perbandingan aset lancar dan kewajiban lancar yang mengalami perbaikan sebesar 529,22 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 383,31 persen.
Demikian pula Rasio Kecukupan Investasi (RKI) atau rasio nilai aset investasi terhadap besar cadangan yang mencapai sebesar 87,51 persen, meningkat dari tahun 2021 yang sebesar 60,98 persen.
Terkait layanan pembayaran dana pensiun, PT ASABRI (Persero) telah menyalurkan dana pensiun kepada lebih dari 464 ribu peserta pensiun.
“Pada tahun 2022, total pembayaran dana pensiun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp16,09 triliun yang dibayarkan setiap bulan dan disalurkan melalui 14 mitra bayar di seluruh Indonesia,” kata Direktur Utama PT ASABRI (Persero) Wahyu Suparyono di Aula Serbaguna ASABRI, Jakarta Timur, dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Rabu (28/6/2023).
Selain itu, PT ASABRI (Persero) telah membayarkan klaim manfaat Tunjangan Hari Tua (THT) sebesar Rp1,48 triliun, manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp63,77 miliar dan manfaat Jaminan Kematian (JKm) Rp211,90 miliar.




