Moneter.co.id – PT Astra
International Tbk (ASII) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex)
sekitar Rp 14 triliun pada tahun depan. Besaran capex ini, merupakan angka
rata-rata yang hampir terjadi setiap tahun.
“Capex
tersebut bersumber dari kas internal. Namun, alternatif pinjaman perbankan juga
masih bisa diambil, terutama jika dibutuhkan,” kata Head of Investor Relation
Division PT Astra International Tbk (ASII), Tira Ardianti di Cianjur, Minggu
(12/11).
Tira menjelaskan, saat ini atau priode
sembilan bulan 2017, Astra secara konsolidasi masih net cash sebesar Rp 1,2
triliun. “Net cash Astra pada tahun sebelumnya mencapai Rp 6,2 triliun,”
ujarnya.
Menurutnya, dana
tersebut kemudian digunakan untuk investasi pada bidang energi, properti, dan
infrastruktur.
“Nah,
nanti ke depannya seperti apa, kita lihat. Kalau kas internal mencukupi untuk
beberapa proyek ya kita gunakan,” kata Tira.
Jika perusahaan memutuskan menggunakan
pinjaman perbankan, fasilitas tersebut sudah ada. Lantaran, debt ASII masih
memiliki plafon ruang yang bisa ditingkatkan.
“Namun,
Astra dalam mengelola neraca hati-hati. Kalau bisa diusahakan, kami tidak
berutang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan
melakukan pendanaan secara fleksibel. Misalnya, seperti bila kebutuhan capex
tahun depan ternyata lebih besar, maka dimungkinkan untuk ditambah.
Sampai dengan
kuartal III-2017, ASII telah menyerap capex sebesar Rp 10,8 triliun. Sedangkan
secara konsolidasi, capex ASII tahun ini diprediksi mencapai Rp 17 triliun.
(HAP)




