Moneter.id – Pemerintah
terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari penanaman modal dalam
negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi, khususnya di
sektor industri, menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi nasional.
“Dampak yang
paling penting dari penambahan investasi adalah pembukaan lapangan kerja baru.
Untuk itu, pemerintah memacu investasi industri lebih masif,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (19/11).
Kementerian
Perindustrian mencatat, investasi di sektor industri manufaktur selama empat tahun belakangan ini tumbuh signifikan. Pada tahun
2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik mencapai Rp274,09
triliun di 2017. Sementara, semester I/2018, investasi manufaktur sudah menembus Rp121,56 triliun dengan total jumlah tenaga kerja saat ini sebanyak 17,92 juta
orang.
Menurut
Menperin, efek investasi juga bisa mendapat pengalaman praktik terbaik dari
negara lain yang menanamkan modalnya di Indonesia. “Jadi, kita akan mendapat
manfaat dari transfer teknologi, peningkatan pengetahuan dan keahlian tenaga
kerja, serta perluasan jaringan usaha,” tuturnya.
Selama ini,
dalam rangka meningkatkan investasi, pemerintah telah mengeluarkan berbagai
macam kebijakan seperti pemberian fasililas insentif berupa tax allowance, tax holiday, dan bea masuk ditanggung pemerintah. Selain itu
penerapan Online Single Submission
(OSS).
“Berbagai
kebijakan strategis tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemudahan
dan kenyamanan investor serta menciptakan lingkungan usaha yang kondusif di
dalam negeri,” ujarnya.
Airlangga
menambahkan, instrumen lain yang digulirkan pemerintah untuk mengatur investasi
adalah menetapkan Daftar Negatif Investasi (DNI). Hal ini memuat sektor usaha
mana saja yang tertutup sepenuhnya bagi investasi dan sektor usaha yang terbuka
dengan persyaratan tertentu.
“DNI harus
mencerminkan keseimbangan antara tujuan pembangunan ekonomi dan kepentingan
nasional, sehingga DNI harus bersifat dinamis atau selalu mengikuti
perkembangan dan kondisi ekonomi nasional serta mempertimbangkan kondisi bisnis
dari sektor usaha,” paparnya.
Beberapa hari
lalu, pemerintah mengumumkan kebijakan relaksasi DNI yang merevisi Perpres No.
44 Tahun 2016 sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Relaksasi DNI
ini dimaksudkan untuk mendorong penanaman modal dalam negeri maupun asing untuk
berinvestasi, sehingga kebijakan tersebut lebih ke arah promotif.
“Selain itu,
Paket Kebijakan Ekonomi XVI juga dapat memperluas peluang kemitraan dengan UMKM
dan koperasi agar skala usahanya lebih besar,” imbuhnya.
Di sektor manufaktur,
beberapa bidang usaha yang dibuka untuk investasi adalah industri pencetakan
kain dan industri rajut, industri crumb rubber, industri kopra, kecap,
pengolahan susu, susu kental manis, industri barang dari kayu, industri minyak
atsiri, serta industri paku, mur dan baut.
Menperin menegaskan, usulan relaksasi
dilakukan dengan alasan yang kuat. Contohnya, penghapusan bidang usaha industri
pengolahan crumb rubber dari regulasi DNI. Hal ini dilakukan
karena selama tahun 2012-2016 penambahan industri tersebut hanya bertambah satu
unit saja, dari 201 perusahaan menjadi 202 perusahaan.
“Jadi,
relaksaasi DNI ini terbuka untuk PMA dan PMDN, kemudian ada yang khusus untuk
UMKM dan ada juga yang asing dibatasi. Yang dibuka karena tidak ada investasi
dalam tiga tahun terakhir atau investasi tidak signifikan,” terangnya.
Airlangga
mengemukakan,
dalam relaksasi DNI ini, tidak ada kewajiban dalam membangun
industri harus bekerja sama dengan perusahaan lainnya di bidang yang sama.
“Jadi ini kami lepaskan. Kemudian beberapa yang baru kami berikan untuk UMKM
juga di industri rumput laut. Untuk indusri rumput laut
sepenuhnya dalam negeri, kecuali untuk hilir karagenan,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut
Menperin, skema dari UMKM dan kemitraan juga bisa dalam bentuk kontrak, suplai
bahan baku atau bisa kegiatan inti plasma, serta pola
kemitraan lainnya. “Tetapi tidak mengikat bahwa kemitraan ini bentuknya
ada kalau untuk di pertanian, misalnya kepemilikan
jumlah tertentu,” ungkapnya.




