Kamis, Januari 15, 2026

Awal 2022, Neraca Perdagangan Indonesia Catat Surplus USD 0,93 Miliar

Must Read

Moneter –Neraca
perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD 0,93 miliar pada
Januari 2022. Surplus tersebut ditopang surplus nonmigas USD 2,26 miliar dan
defisit migas USD 1,33 miliar.

“Di awal tahun ini, neraca perdagangan Indonesia masih
mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 0,93 miliar. Surplus perdagangan
pada Januari ini melanjutkan tren surplus yang terjadi sejak Mei 2020,” kata
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi disiaran pers yang diterima Moneter.id,
Jumat (18/2/2022).

Berdasarkan kontributornya, surplus perdagangan
terbesar Januari 2022 berasal dari neraca perdagangan dengan Amerika Serikat
(USD 1,69 miliar), Filipina (USD 0,54 miliar), dan Belanda (USD 0,36 miliar).
Sementara, defisit perdagangan berasal dari Tiongkok (USD 2,16 miliar), Thailand
(USD 0,40 miliar), dan Singapura (USD 0,36 miliar).

Sementara, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2022
tercatat sebesar USD 19,16 miliar, turun 14,29 persen dibandingkan dengan
Desember 2021 (MoM). Penurunan ini dipicu oleh menurunnya ekspor migas 17,59
persen dari USD 1,09 miliar menjadi USD 0,90 miliar. Demikian juga ekspor
nonmigas yang turun 14,12 persen dari USD 21,27 miliar menjadi USD 18,26
miliar.

“Penurunan ini merupakan pola situasional ekspor
Januari yang cenderung selalu lebih rendah dibanding Desember. Hal ini
mengikuti pola musiman holiday blues, di mana pada tiga bulan pertama setiap
tahunnya ada restocking dan pelambatan,” ungkap Mendag.

Mendag menegaskan, ekspor di Januari 2022 mengalami
peningkatan 25,31 persen dibandingkan dengan ekspor bulan Januari tahun lalu
(YoY), yang dipicu oleh naiknya ekspor migas sebesar 1,96 persen dan ekspor
nonmigas sebesar 26,74 persen.

“Kinerja ekspor Januari 2022 merupakan nilai ekspor
awal tahun yang tertinggi selama ini. Hal ini merupakan pencapaian awal tahun
yang menggembirakan bagi kinerja ekspor di bulan-bulan berikutnya,” imbuh
Mendag.

Struktur ekspor nonmigas Indonesia periode Januari
2022 didominasi ekspor sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai
82,00 persen dari total ekspor Indonesia, disusul sektor pertambangan sebesar
11,32 persen; sektor migas 4,70 persen; dan sektor produk pertanian sebesar
1,97 persen. Pertumbuhan ekspor periode Januari 2022 dibandingkan bulan yang
sama tahun sebelumnya (YoY) didorong oleh peningkatan ekspor dari seluruh
sektor.

Ekspor sektor industri pengolahan menjadi sektor yang
mengalami peningkatan tertinggi sebesar 31,16 persen, diikuti sektor pertanian
sebesar 11,55 persen; sektor pertambangan sebesar 3,85 persen; dan sektor migas
naik 1,96 persen.

Sementara, beberapa produk ekspor nonmigas yang
mengalami peningkatan yang signifikan dibanding Januari 2021 (YoY), yakni
bijih, terak dan abu logam (HS 26) naik 195,05 persen; nikel dan barang
daripadanya (HS 75) naik 141,42 persen; bahan kimia anorganik (HS 28) naik
140,21 persen; besi dan baja (HS 72) naik 124,94 persen; dan bahan kimia organik
(HS 29) naik 99,86 persen.

Mendag menjelaskan, kenaikan ekspor nonmigas ini tidak
terlepas dari adanya pemulihan kondisi bisnis di dalam negeri karena situasi
Covid-19 yang terkontrol dan sejalan dengan perbaikan indikator aktivitas
manufaktur Purchasing Managers Index (PMI) Januari 2022 yang berada di posisi
53,7 indeks poin, lebih besar dari PMI Januari 2021 yang tercatat sebesar 52,2.

“Peningkatan ekspor nonmigas tersebut memberikan
sinyal positif dan optimisme pada pemulihan pertumbuhan perekonomian Indonesia
di tahun ini,” ujar Mendag.

Ditinjau dari segi pasar ekspor, Tiongkok, AS, dan
Jepang masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia di Januari 2022
dengan total nilai ekspor sebesar USD 7,58 miliar dan berkontribusi sebesar
41,58 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Sedangkan, ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa pasar
utama pada Januari 2022 yang mengalami peningkatan signifikan, antara lain ke
Swiss tercatat naik 364,10 persen; Turki naik 139,40 persen; Italia naik 105,60
persen; Taiwan naik 91,66 persen; dan Belgia naik 81,72 persen (YoY).

Selain itu, ekspor non migas Indonesia ke kawasan
emerging markets dan developing economies juga mengalami pertumbuhan yang
signifikan. Pada Januari 2022, ekspor ke kawasan Afrika lainnya naik sebesar
944,38 persen; Amerika Tengah naik 218,77 persen; dan Eropa Selatan naik 104,71
persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar emerging markets dan developing
economies merupakan pasar yang menjanjikan bagi pemasaran produk-produk ekspor
Indonesia.

Impor
Januari 2022 Alami Kenaikan

Di sisi lain, impor Indonesia di Januari lalu
mengalami kenaikan. Nilai impor Januari 2022 naik 36,77 persen dibanding
Januari 2021 menjadi USD 18,23 miliar. Peningkatan kinerja impor tersebut
dipicu oleh naiknya impor migas 43,66 persen dan nonmigas 35,86 persen. Ditinjau
dari golongan penggunaan barang (BEC), kenaikan impor Indonesia pada Januari
lalu terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang.

Kenaikan impor tertinggi terjadi pada impor barang
modal yang naik 41,94 persen (YoY). Kemudian, diikuti peningkatan impor bahan
baku/penolong sebesar 39,57 persen dan barang konsumsi 10,24 persen.

“Kenaikan impor seluruh golongan barang ini
menunjukkan tren pemulihan, baik dari sisi daya beli masyarakat maupun kegiatan
industri domestik seiring dengan kasus Covid-19 yang mulai menurun, semakin
meluasnya program vaksinasi, dan pembatasan aktivitas yang dapat mulai
dilonggarkan,” ujar Mendag.

Kenaikan impor nonmigas terbesar periode Januari 2022
berasal dari impor kapas (HS 52) yang naik sebesar 103,37 persen; besi baja (HS
72) naik 91,12 persen; bahan kimia anorganik (HS 28) naik 75,53 persen; filamen
buatan (HS 54) naik 71,80 persen; serta pupuk (HS 31) naik 66,05 persen.

Adapun berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas
Indonesia dengan kenaikan tertinggi pada Januari 2022, antara lain impor yang
berasal dari Austria yang naik sebesar 138,09 persen; Argentina naik 125,49
persen; India naik 79,14 persen; Spanyol naik 73,90 persen, dan Thailand naik
70,51 persen (YoY). Sementara, impor dari Italia turun sebesar 24,60 persen dan
Belanda turun sebesar 3,60 persen. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img