Minggu, Januari 25, 2026

Awal April, Pertamina EP Bakal Alirkan CPP Matindok

Must Read

Moneter.co.id – Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), Pertamina EP akan mengalirkan gas dari Central Processing Unit Plant (CPP) Matindok di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada awal April 2017.

“Pertamina EP memiliki dua CPP, yaitu CPP Donggi yang sudah on stream (mengalir) April 2016 dan CPP Matindok yang akan on stream di awal April nanti,” kata Direktur Pengembangan PT Pertamina EP Herutama Trikoranto, Rabu (29/3).

Ia menambahkan, total kapasitas kedua CPP tersebut akan menghasilkan gas sekitar 105 standar kaki kubik per hari (MMCFD) dan kondesat sekitar 850 BOPD dengan nilai investasi mencapai 762 juta dolar AS.

Ada pun pasokan gas dari CPP Matindok rencananya dialokasikan untuk PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) sebesar 85 MMSCFD hingga 2027 dan PT PLN (Persero) yang akan menyerap gas sebanyak 20 MMSCFD mulai pertengahan 2020. “Kami mendapat informasi PT PLN akan menyerap gas dari CPP Matindok untuk PLTGU Sulawesi Bagian Tengah berkapasitas 150 megawatt,” ucapnya.

CPP Matindok dan Donggi memiliki fasilitas lengkap dan teknologi baru yang efisien dan ramah lingkungan (green plant) karena gas yang dihasilkan dari Kabupaten Banggai ini memiliki impurities atau material lain dengan kandungan yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pemurnian sebelum dijual ke konsumen.

Herutama menjelaskan, CPP Donggi dan Matindok merupakan proyek yang penting bagi industri minyak dan gas bumi Indonesia dalam mempertahankan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) utama di dunia.

Pengoperasian CPP Matindok dan CPP Donggi akan meningkatkan kontribusi sektor minyak dan gas bumi dalam menyumbang devisa bagi negara, menambah pendapatan daerah Kabupaten Banggai serta dapat digunakan untuk substitusi bahan bakar minyak.

Selain itu, keberadaan proyek migas CPP Matindok dan Donggi juga diharapkan berkontribusi pada pembangunan daerah, yakni merekrut putra-putri setempat untuk berkontribusi secara operasional.

Menurut perhitungan cadangan gas dan hasil kajian kelayakan ekonomi untuk pengembangan lapangan, Blok Matindok diperkirakan mampu berproduksi untuk jangka waktu 20 tahun ke depan.

Namun, Pertamina EP berkomitmen untuk melakukan eksplorasi lanjutan dengan harapan menemukan cadangan gas baru agar mendukung dan menunjang pembangunan di wilayah Sulawesi Tengah.

(HAP

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img