Moneter.co.id – Tiga
BUMN yakni, PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII), PT PP (Persero) Tbk dan PT
Patra Jasa menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk pembangunan dan pengoperasian Kawasan
Wisata Teluk Nipah di Lampung.
Direktur Keuangan PT PP Agus Purbianto mengatakan
tujuan dari kerja sama ini untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh PTPN
VII di kawasan Teluk Nipah, Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan,
seluas 820,47 hektare (ha).
“Pengembangan kawasan wisata ini dinilai
berpeluang positif pasalnya tersedia akses jalan provinsi, Pelabuhan Bakauheni,
ditambah pada 2018 akan ada tol yang sudah selesai digarap untuk memudahkan
akses menuju kawasan tersebut,”ucap Agus.
Selain
itu, lanjut Agus kondisi alamnya dinilai mendukung kegiatan pariwisata. “Karena
ini wisata ya (nantinya) banyaknya resort serta nanti akses dari Tol Lampung ke situ. Otomatis
supaya menggerakkan wisatawan atau traffic nantinya otomatis kita akan bangun
infrastruktur yang mengarah ke objek tersebut,” ujarnya, Senin (13/11).
Adapun dalam kerja sama ini, PTPN VII selaku
pemilik lahan dan pemegang izin. Kemudian PT PP selaku pengembang dan
kontraktor. Sementara Patra Jasa selaku pengelola kawasan wisata Teluk Nipah.
“Jadi masing-masing pihak akan berkolaborasi
untuk menyusun FS (feasibility
study). Dari FS itu
nanti alternatif dan kemungkinan pengembang-pengembang seperti apa yang akan
kita kembangkan di sini. Masing-masing nantinya PTPN VII sebagai penyedia
lahan, PP sebagai pengembang sekaligus kontraktor, Patra Jasa yangoperate,” ujarnya.
Untuk masalah pendanaan, PT PP masih belum mau
menjelaskan lebih lanjut. Menurut dia terlalu dini untuk menentukan besaran
nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek tersebut.
Ketiga
BUMN ini juga masih melakukan penghitungan nilai kebutuhan investasi. “Tergantung
hasil kajian. Tentunya kita akan berkomitmen sukseskan program pengembangan
kawasan di Nipah ini,” jelasnya.
Menurut Agus, perseroan masih melihat potensi di
luar pariwisata. Di kawasan tersebut, menurut dia, terdapat potensi sumber daya
alam (SDA) yang bisa digunakan untuk bahan baku melalui anak usahanya yakni PP
Urban.
“Kita lihat potensi dari daerah itu seperti
apa nantinya apa yang bisa kita kembangkan di sana. Juga ada di situ kawasan
itu ada sumber daya selain pariwisata itu batu. Itu bisa kita gunakan untuk PP
Urban karena kita juga dekat di Lampung ada pabrik yang pastinya juga butuh
bahan baku dari batu itu.
“Nanti
kita lihat potensinya apa yang ada di sana,” tutupnya. (HAP)




