Minggu, Maret 1, 2026

Bank Dunia Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,1 Persen di 2018

Must Read

Moneter.co.id – Bank Dunia pada Selasa (9/1) menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan
ekonomi global tahun ini menjadi 3,1%, mengatakan bahwa pemulihan berbasis luas
sedang berlangsung di seluruh dunia.



Perkiraan itu 0,2 persentase poin lebih tinggi dari proyeksi
pada Juni tahun lalu, kata pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu
dalam laporan Prospek Ekonomi Global-nya.

“Tahun 2018 berada di jalur untuk menjadi tahun pertama
sejak krisis keuangan, dimana ekonomi global akan beroperasi pada atau
mendekati kapasitas penuh,” kata pemberi pinjaman tersebut.

Diperkirakan bahwa pertumbuhan global mencapai 3,0% pada
2017, laju terkuat sejak 2011 dan pemulihan yang penting dari tingkat terendah
pasca krisis 2,4% pada 2016.

Pertumbuhan meningkat di lebih dari separuh ekonomi dunia
pada 2017, yang menyoroti pemulihan bersifat berbasis luas, kata pemberi
pinjaman tersebut. 
Diperkirakan pertumbuhan global melambat menjadi 3,0% pada
2019 dari 3,1% pada 2018 dan turun lagi menjadi 2,9% pada 2020.

Menurut perkiraan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi di
negara-negara maju diperkirakan akan turun tipis menjadi 2,2% pada 2018 dari
2,3% pada 2017, karena bank-bank sentral utama cenderung secara bertahap
menarik diri dari kebijakan moneter yang akomodatif.

Dengan investasi swasta yang lebih kuat, ekonomi AS
diperkirakan tumbuh 2,3% pada 2017. Pertumbuhan ini diperkirakan akan meningkat
menjadi 2,5% pada 2018 dan kemudian moderat menjadi rata-rata 2,1% pada 2019
dan 2020.

Bank Dunia memperkirakan bahwa rancangan undang-undang pajak
yang baru-baru ini disetujui oleh Kongres AS diharapkan dapat meningkatkan
investasi perusahaan, karena rendahnya tarif pajak perusahaan dan pengeluaran
penuh peralatan baru.

Namun, bank memperingatkan bahwa manfaat stimulus fiskal
kemungkinan akan terkendala, karena ekonomi sudah mendekati kapasitas penuh dan
laju normalisasi kebijakan moneter mungkin akan meningkat.

Berkenaan dengan negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang, kreditor tersebut
memperkirakan bahwa ekonomi negara-negara tersebut akan tumbuh 4,5% pada 2018,
meningkat dari perkiraan kenaikan 4,3% di 2017. Tingkat pertumbuhan akan
berlanjut lebih cepat menjadi 4,7% pada 2019 dan 2020.

Bank Dunia juga meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi
Tiongkok pada 2018. Perekonomian Tiongkok diperkirakan tumbuh 6,8% pada 2017,
0,3 persentase poin lebih tinggi dari perkiraan pada Juni tahun lalu.

Pihaknya memperkirakan ekonomi tumbuh 6,4% pada 2018, 0,1
persentase lebih tinggi dari perkiraan Juni. Pertumbuhan akan moderat menjadi
6,3% pada 2019, karena Tiongkok akan terus menyeimbangkan kembali ekonominya
dan pertumbuhan kredit diperkirakan akan melambat.

Ayhan Kose, direktur Development Economic Prospects Group Bank Dunia mengatakan, perekonomian Tiongkok terus membuat kemajuan dalam
penyeimbangan kembali, dengan sektor konsumsi dan jasa mempertahankan
pertumbuhan yang relatif cepat.  


“Bahwa Tiongkok akan terus melakukan
langkah-langkah untuk menghilangkan kelebihan kapasitas industri dan
mengendalikan risiko-risiko dalam sistem keuangan,” katanya 
dalam sebuah telekonferensi pada Selasa (09/01).

Meskipun perkiraan optimistis, Bank Dunia memperingatkan
bahwa risiko -risiko terhadap prospek tetap condong ke sisi negatifnya, yang
mencakup pengetatan kondisi pembiayaan global yang tiba-tiba, meningkatnya
pembatasan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dalam laporan tersebut, pemberi pinjaman juga memperingatkan
potensi perlambatan pertumbuhan dalam jangka panjang, yang terlihat di
negara-negara yang mencakup lebih dari 65% PDB global.

Pertumbuhan produktivitas yang melambat, investasi yang lemah
dan porsi tenaga kerja yang menyusut, semuanya berkontribusi terhadap
perlambatan pertumbuhan potensial, kata bank tersebut.

“Pemulihan berbasis luas dalam pertumbuhan global sangat
menggembirakan, tapi ini bukan saat untuk berpuas diri,” kata Jim Yong
Kim, presiden Bank Dunia, dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (9/1) yang
dilansir Xinhua.

“Ini adalah kesempatan besar untuk berinvestasi dalam
modal sumber daya manusia dan fisik. Jika pembuat kebijakan di seluruh dunia
fokus pada investasi utama ini, mereka dapat meningkatkan produktivitas negara
mereka, meningkatkan partisipasi angkatan kerja, dan mendekati tujuan untuk
mengakhiri kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kemakmuran bersama,” kata
Kim.  


(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img