Selasa, Januari 27, 2026

Bank Harda rencanakan rights issue sebesar Rp 749,85 miliar

Must Read

Moneter.id
PT Bank Harda Internasional Tbk berencana melakukan Penawaran
Umum Terbatas II (PUT II) atau rights
issue
kepada pemegang saham dalam rangka penambahan modal dengan hak
memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 7.498.501.696 saham
atau sebesar Rp 749,85 miliar guna memperkuat permodalan.

“Sebesar 179,20% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 100 per
saham. Sehingga,  jumlah dana segar yang akan diterima dari aksi korporasi
tersebut sebesar Rp 749,85 miliar,” tulis perseroan diketerangan tertulisnya di
Jakarta, Minggu (16/5).

Dana yang diperoleh perseroan dari
hasil PMHMETD setelah dikurangi biaya yang terkait rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan
perseroan dalam rangka memenuhi modal minimum bank sebagaimana yang diatur
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2016 tentang penyediaan
Modal Minimum Bank Umum dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.12/POJK.03/2020
tentang Konsolidasi Bank Umum.

Sementara, PT Mega Corpora selaku
pemegang saham dengan kepemilikan 73,71% akan mengambil bagian seluruh HMETD
yang menjadi haknya. Chairul Tanjung (CT) melalui kendaraannya Mega Corpora
berencana menguasai 90,50% kepemilikan saham pada Bank Harda yang sekarang
menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk.

“Dan untuk mengembangkan
kegiatan perseroan sebagai bank digital yang menyediakan produk dan layanan
perbankan digital inovatif terintegrasi dengan ekosistem yang memberikan solusi
dan seamless customer experience bagi nasabah serta memberikan nilai tambah
yang tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan,” tulisnya lagi.

Sementara Mega Corpora sebagai
pembeli siaga (standby buyer)
menyatakan menjamin dengan kesanggupan penuh dan bersedia untuk membeli sisa
saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD pada tanggal
penjatahan yaitu 26 Juli 2021 maksimum dengan sebesar Rp 100 per saham.

Dengan ketentuan bahwa apabila jumlah
saham tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, baik berdasarkan
HMETD yang dimiliki atau berdasarkan pemesanan tambahan, maka Pembeli Siaga
wajib untuk membeli seluruh saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD
tersebut.

Sebelumnya, pada RUPSLB Bank Harda 7
Mei 2021 lalu, disetujui pergantian nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk,
perubahan logo serta melakukan pergantian jajaran direksi dan komisaris.

Sampai dengan akhir 2020, perseroan
membukukan laba bersih sebesar Rp 37,01 miliar, meningkat signifikan
dibandingkan dengan tahun 2019 yang mengalami rugi Rp 36,55 miliar.

Per 31 Desember 2020, kredit yang
diberikan Perseroan mengalami penurunan 19,80% menjadi sebesar Rp 1,25 triliun
bila dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp 1,55 triliun.

Penurunan tersebut terutama
disebabkan adanya pelunasan kredit back
to back
dan penyelesaian kredit bermasalah sepanjang tahun 2020 serta
rendahnya pencairan kredit baru oleh dampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, rasio keuangan
perseroan juga tercatat cukup baik, tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) pada posisi
31 Desember 2020 sebesar 19,61%, naik dari 16,20% pada tahun sebelumnya.

Rasio kredit macet (non performing loan/NPL) gross perseroan
di level 2,76% jauh lebih baik dibandingkan tahun 2019 yang tembus 10,16%.
Kemudian, margin bunga bersih (net
interest margin
/NIM) 2,44%, turun dari tahun sebelumnya 4,21%.

Kemudian, return on asset (ROA) 2,04%, lebih tinggi dari -1,87% di tahun
2019. Return on equity (ROE) juga
membaik ke level 13,71% dibandingkan tahun sebelumnya -12,83%.

Biaya
operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Harda juga mengalami
perbaikan dari 116,84% pada tahun 2019 menjadi 82,23% tahun 2020. Likuiditas
perseroan juga masih memadai dengan loan
to deposit ratio
(LDR) 86,89% pada akhir 2020.  

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Astragraphia Luncurkan Mesin Printer Produksi Terbaru Fujifilm Revoria Press™ PC2120

Astragraphia meluncurkan mesin printer produksi terbarunya yakni Fujifilm Revoria Press™ PC2120. Printer ini telah dilengkapi dengan empat warna CYMK...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img