Senin, Maret 16, 2026

Bank Jago Rancang Aplikasi Berbasis Life-centric

Must Read

Moneter.id – Jakarta – PT
Bank Jago Tbk (Bank Jago) tengah mengembangkan solusi keuangan digital yang
berpusat pada kehidupan atau life-centric pada layanan
Aplikasi Jago (Jago App).
 Jago App yang dirancang
untuk dapat disesuaikan serta dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan
masing-masing nasabah.

“Jago App dirancang
secara khusus dengan prinsip life-centric agar dapat menyesuaikan
dengan kebutuhan masing-masing individu, termasuk dalam mengelola keuangan
secara mudah, inovatif, dan kolaboratif,” kata Direktur Kepatuhan dan
Sekretaris Perusahaan Bank Jago Tjit Siat Fun di Jakarta, Senin (19/6/2023).

Tjit Siat Fun mengungkap
bahwa baru-baru ini, Bank Jago masuk tiga besar dalam daftar bank terbaik di
Indonesia tahun 2023 versi majalah bisnis terkemuka Forbes dan perusahaan riset
Statista. Bank Jago menjadi bank berbasis teknologi (tech-based bank)
dengan peringkat tertinggi.

“Selama dua tahun
terakhir, perbankan secara cepat mengadopsi teknologi digital yang membuat
nasabah menikmati pengalaman (perbankan) yang lebih andal, cepat, dan personal.
Ini diperlukan untuk menarik nasabah milenial dan generasi Z,” ujarnya.

Sampai dengan akhir
kuartal I-2023, Bank Jago berhasil mencatatkan 7,5 juta nasabah, termasuk lebih
dari 5,8 juta nasabah pendanaan atau funding melalui Aplikasi Jago.

Pertumbuhan jumlah
nasabah funding sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 120
persen atau menjadi sebesar Rp9,28 triliun per Maret 2023 dari Rp4,21 triliun
per Maret 2022.

Peningkatan DPK didorong
pertumbuhan Current Account and Savings Account (CASA) sebesar 158 persen dari
Rp 2,29 triliun pada kuartal I-2022 menjadi Rp5,92 triliun pada kuartal I-2023.
Pertumbuhan tersebut mendorong porsi CASA terhadap DPK mencapai 64 persen per
akhir Maret lalu.

Sementara penyaluran
kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago mencapai Rp10,84 triliun atau bertumbuh
76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,15 triliun.

Pertumbuhan itu dapat
tercapai berkat strategi penyaluran kredit dan pembiayaan syariah melalui
kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), seperti ekosistem dan platform
digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.

Bank Jago juga bertumbuh
secara berkelanjutan dan berkualitas. Hal tersebut terlihat dari rasio kredit
bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross di level 1,5 persen atau di
bawah rata-rata industri perbankan. Dukungan fundamental kuat juga terlihat
dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 79 persen
yang menunjukkan modal besar untuk ekspansi bisnis ke depan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Perkuat Energi Nasional, Indonesia–Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Nuklir

Di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan akan energi bersih, penguatan kerja sama internasional menjadi salah satu langkah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img