Moneter.co.id – PT
Bursa Efek Indonesia (BEI) terus membidik perusahaan daerah untuk go public. Hal inilah yang dilakukan
kantor perwakilan BEI Palembang mendorong Bank Sumsel Babel untuk menjual saham
perdana ke publik atau initial public
offering (IPO).
Kepala
kantor perwakilan BEI Palembang, Harry Mulyono mengatakan, Bank Sumsel Babel dinilai
sudah layak menjadi perusahaan yang go
public.
“Manajemen
Bank Sumsel Babel dan BEI sudah bertemu, sudah tidak ada masalah lagi. Tinggal
dari Bank Sumsel-nya kapan akan merealisasikannya,” ujarnya di Palembang, Senin
(12/3).
Dia
menuturkan, untuk menjadi perusahaan yang melibatkan publik dalam kepemilikan
saham diharuskan mengubah kultur dalam perusahaan yakni dari semula tertutup
menjadi terbuka.
Maka
untuk menerapkan hal ini bukan perkara mudah karena setelah menjual saham ke
lantai bursa, maka secara otomatis perusahaan harus menyajikan informasi secara
detail mengenai kondisi perusahaan.
Menurut
Harry, Bank Sumsel Babel tidak perlu khawatir karena sejatinya hal itu
merupakan jalan untuk menjadi perusahaan besar yang menembus persaingan
nasional.
“Tidak
perlu takut, bukankah untuk tercatat di lantai bursa tidak mesti perusahaan
tersebut untung. Terpenting adalah mendapatkan kepercayaan masyarakat terlebih
dahulu,” kata dia.
Dana
yang diperoleh dari masyarakat itu, nantinya akan dapat digunakan perusahaan
untuk semakin meningkatkan kualitas usaha seperti membangun infrastruktur dan
meningkatkan sumber daya manusia.
Seperti
diketahui, baru PT Bukit Asam (PTBA), perusahaan yang berdomisili di Sumsel
yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia yakni tepatnya pada 2002.




