Moneter.id – Jakarta
– Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso
Monoarfa mengatakan dana pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) tercatat
mencapai Rp46,8 miliar pada tahun 2024.
Kata Suharso, sumber anggaran
PHLN Kementerian PPN/Bappenas diperlukan untuk melengkapi anggaran rupiah
murni. Hal itu bertujuan untuk memperkuat tugas dan fungsi perencanaan,
pengendalian, dan enabler Kementerian PPN/Bappenas.
“Nilai Rp46,8 miliar terdiri dari
anggaran pinjaman sebesar Rp41,60 miliar dan hibah Rp5,2 miliar. Dana tersebut
digunakan untuk sembilan jenis proyek, baik yang telah dikembangkan sejak 2014
maupun yang baru dimulai pada 2024,” ucapnya di Jakarta, Senin (11/9/2023).
Anggaran pinjaman digunakan untuk
enam kegiatan proyek, yakni Professional
Human Resource Development Project Phase IV yang telah dimulai sejak 2016
dan direncanakan selesai pada 2026 serta Flood
Management in Selected River Basin (FMSRB) yang memiliki waktu proyek 2016
hingga 2024.
Selain itu, ada proyek Rentang Irrigation Modernization Project
(RIMP) untuk durasi 2017 hingga 2026 dan Strategic
Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) untuk
durasi 2023-2024.
Adapun proyek yang baru akan
berjalan pada tahun depan adalah National
Urban Food Resilience Project dan Flood
Management and Coastal Protection in North Java (FMNCP).
“Kedua proyek tersebut
ditargetkan selesai pada 2028,” jelasnya
Sementara anggaran hibah
digunakan untuk tiga proyek, yakni Global Environment Facility – Indonesia
Sustainable Cities Impact Project yang berlangsung pada 2023 hingga 2027,
Problue Grnad and OMC Grant for Oceans for Prosperity Project pada 2023 hingga
2025, serta Towards Sustainable and Conversion Free Aquaculture in Indonesian
Seas Large Marine Ecosystem yang akan dimulai tahun depan hingga 2027.




