Moneter.id – Marketplace finansial
dan investasi terintegrasi pertama di Indonesia, Bareksa
berencana menjalin kerjasama strategis dengan perusahaan layanan pembayaran digital, OVO. Kerjasama ini untuk memberikan akses
yang mudah dan terjangkau. Selain itu, untuk menggenjot nilai penjualan Surat Berharga Negara
(SBN) di pasar Tanah Air.
Co-founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra
menerangkan, saat ini sedang digodok rencana kerjasama strategis antara Bareksa dan OVO.
“Sinergi platform e-investing dan e-wallet ini
mudah-mudahan akan secara signifikan terus mendemokratisasi pasar SBN, sehingga
masyarakat luas akan memiliki akses yang semakin mudah dan terjangkau,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/12).
Menurutnya, langkah ini
punya arti strategis, karena ditujukan untuk menjawab kebutuhan negara kita
untuk mencari sumber pembiayaan nasional yang baru di segmen ritel dan
mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.
“Untuk ini, kami akan mengkonsultasikan dan
meminta masukan dari Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Keuangan,” ujar
Karaniya, yang juga merupakan Presiden Direktur OVO.
Karaniya melihat, sebagai platform e-wallet terbesar
di Indonesia, OVO memiliki potensi yang sangat besar untuk
secara masif memasyarakatkan dan menggenjot nilai penjualan SBN.
Saat ini, OVO telah menjangkau 115
juta perangkat seluler, 87 juta pengguna yang tersebar di 354 kota di seluruh
Indonesia, dengan pengguna aktif bulanan (MAU) mencapai sekitar 11-12 juta.
“Ini daya yang sangat besar untuk mendorong pasar
surat utang negara ke tahapan berikutnya,“ tegasnya.
Baca juga: Bareksa Raih Penghargaan Midis SBSN Terbaik Kategori Non Bank dari
Kemenkeu




