Rabu, Maret 4, 2026

BBKKP Yogyakarta Perbaiki Kualitas Komponen V-Belt Motor Matik

Must Read

Moneter.id – Tingginya penggunaan sepeda motor matik di dalam negeri mendorong Balai
Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta untuk melakukan penelitian dan
pengembangan (litbang) terhadap salah satu komponen penting di kendaraan roda
dua tersebut. Komponen vital itu adalah
V-Belt,
yang berfungsi mendukung kinerja motor matik.

V-belt atau belt drive merupakan komponen yang
berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin ke roda,” kata Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara
di Jakarta, Kamis (23/8).

Pengembangan v-belt semakin
potensial dengan meningkatnya penjualan motor matik. Merujuk data Asosiasi
Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di tahun 2017 mencapai
5,8 juta unit. Dari total tersebut, sebanyak 4,5 juta unit atau 82% merupakan angka
penjualan motor matik.

Menurut Ngakan, kualitas serat karet dan sifat reologi komponen v-belt perlu dimaksimalkan. Upaya ini
dapat memacu daya saing produk otomotif nasional di tingkat domestik dan
global. “Kami konsisten mendorong kegiatan litbang di setiap unit pelayanan
teknis Kemenperin, khususnya di bawah binaan BPPI. Ini guna menjawab kebutuhan
industri nasional,” paparnya.

Dalam pengembangan v-belt,
BBKKP Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bando Indonesia. Riset ini dilakukan
dengan mencoba beragam variasi perbandingan polimer
Natural Rubber (NR) dan Compression
Rubber
(CR).

“Selain itu, penggunaan akselerator dan sulfur juga dilakukan untuk
menghasilkan karet dengansifat reologi yang baik sehingga mampu melekat dengan
sempurna,”jelasnya. Penggunaan serat alam pada
v-belt yang dihasilkan menjadikannya bersifat biodegradable,
mudah diproses, tidak beracun, serta lebih ringan.

Dengan melakukan modifikasi serat alam dan campuran serat sintetis,
Ngakan meyakini, dapat dihasilkan formulasi terbaik dengan komparasi
Parts per Hundred Rubber (phr) antara crumb rubber (CR)  – karet remah dengan Ribbed Smoked Sheet I (RSS I) yaitu 70:30.

Formula hasil penelitian ini juga telah diuji dan sesuai dengan standar
JASO E-107. JASO E-107 merupakan standar untuk
Automotive V-Belts and Corresponding V-Pulley Grooves – Shape and
Dimensions
yang dikeluarkan oleh Japan Automobile Standard Organization
(JASO).

Potensi penyerapan serat alam didukung dengan luas areal perkebunan karet
di dalam negeri yang mencapai 3,6 juta hektare dan produksi sebesar 3,6 juta
ton pada tahun 2017. “Maka penelitian ini sangat berpotensi digunakan untuk
mendukung program hilirisasi produk berbasis karet,” ungkap Ngakan.

Selain melakukan penelitian, BPPI Kemenperin melalui 11 Balai Besarnya
juga memiliki tugas dan fungsi pokok untuk melayani pengujian, sertifikasi,
standardisasi industri, dan pelayanan kalibrasi bagi industri di Indonesia.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Prince Poetiray & Quinn Salman Nyanyikan Perdana OST Na Willa Bersama Para Pemain

Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img