MONETER
–
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan melaksanakan pembagian dividen
interim tunai sebesar Rp 35 per saham untuk tahun buku 2022, sehingga total
dividen interim tunai yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp 4,31 triliun
atau meningkat 40% dibandingkan dividen interim tahun buku 2021.
Keputusan pembagian dividen yang tumbuh ini ditopang
oleh tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan hingga kuartal III tahun 2022
serta selaras dengan kondisi permodalan perseroan yang memadai.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan
segenap pemegang saham, sehingga perseroan mampu melanjutkan tren pertumbuhan
kinerja yang positif hingga kuartal III tahun 2022,” kata Presiden Direktur
BCA, Jahja Setiaatmadja, Rabu (23/11/2022).
Pada kuartal III/2022, perseroan membukukan laba
bersih sebesar Rp29 triliun. Angka ini meningkat 24,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Seiring dengan
peningkatan laba bersih, perseroan juga membukukan peningkatan kredit sebesar
12,6% yoy menjadi Rp682 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh
11% ke posisi Rp1.025,52 triliun pada kuartal III/2022.
Selain itu, kredit korporasi juga meningkat 13,4
persen jadi Rp306,1 triliun, kredit komersial dan UKM naik 12,6% jadi Rp203,5
triliun, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 10,4% menjadi Rp105,0 triliun, dan
kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 9,2% menjadi Rp43,8 triliun.
Kemudian, rasio kredit bermasalah (Non Performing
Loan/NPL) tetap di angka 2,2%. Sementara, rasio pencadangan NPL dan LAR berada
pada level masing-masing sebesar 247,9% dan 49,9%.
Dana murah atau Current Account Saving Account
(CASA) BCA naik 15,1% mencapai Rp830,4 triliun per September 2022. Jumlah itu
berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga.




