Moneter.id
–
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru IDX ESG Leaders yang di
dalamnya terdapat 30 saham yang memiliki penilaian environmental, social, and
governance (ESG) yang baik, tidak terlibat pada kontroversi secara
signifikan, memiliki likuiditas transaksi, serta kinerja keuangan yang baik.
“Peluncuran Indeks IDX ESG Leaders mempertegas
komitmen BEI dalam mendorong praktik ESG dan menjadi salah satu milestone dalam penerapan investasi
berkelanjutan di Indonesia,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi di
Jakarta, Senin (14/12/2020).
Indeks IDX ESG Leaders dibangun berdasarkan penilaian
risiko ESG yang mengukur sejauh mana penerapan ESG dilakukan oleh perusahaan
tercatat berdasarkan eksposur risiko di masing-masing bidang usaha.
BEI bekerja sama dengan Sustainalytics, lembaga
independen terkemuka yang bergerak dalam bidang penelitian ESG dan tata kelola
perusahaan, dalam penyediaan data ESG.
Data ESG yang disediakan berupa penilaian risiko ESG
dan analisis kontroversi yang akan menjadi dasar dalam penetapan konstituen
Indeks IDX ESG Leaders.
Adapun proses pemilihan konstituen Indeks IDX ESG Leaders
dilakukan sebagai berikut, Pertama,
BEI menetapkan saham-saham semesta untuk pemilihan Indeks IDX ESG Leaders yaitu
dari konstituen Indeks IDX80 yang memiliki skor risiko ESG dari Sustainalytics.
Kedua,
BEI mengeluarkan saham-saham dengan kontroversi tinggi (kategori 4 dan 5) dan
mengeluarkan saham-saham dengan skor risiko ESG pada kategori tinggi (high) dan berat (severe).
Dari saham-saham yang tersisa, berdasarkan nilai
risiko ESG terendah ditentukan konstituen Indeks IDX ESG Leaders terpilih yaitu
sebanyak paling sedikit 15 saham dan paling banyak 30 saham.
Evaluasi berkala atas IDX ESG Leaders, yaitu evaluasi
mayor akan dilakukan pada awal Maret dan September, sedangkan evaluasi minor
pada awal Juni dan Desember.
Hasil evaluasi indeks akan berlaku efektif di hari
Rabu ketiga pada bulan evaluasi atau hari bursa setelahnya apabila bukan
merupakan hari bursa.
Metode penghitungan Indeks IDX ESG Leaders menggunakan
metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted & ESG Tilt
Factored dengan diterapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 15
persen yang disesuaikan pada saat evaluasi.
Indeks IDX ESG Leaders telah dihitung sejak hari
dasarnya pada 4 Februari 2014 dengan nilai dasar 100.
Pada masa mendatang, selain dapat digunakan oleh
investor sebagai panduan untuk berinvestasi, diharapkan kehadiran Indeks IDX
ESG Leaders ini juga dapat digunakan sebagai underlying produk-produk pasar
modal, seperti reksa dana dan Exchange Traded Fund (ETF), sehingga investor
dapat lebih mudah berinvestasi dengan Indeks ESG Leaders sebagai acuan.
Selain itu, BEI juga akan mempublikasikan nilai risiko
ESG dari perusahaan tercatat yang disediakan oleh Sustainalytics.
“Penilaian risiko ESG perusahaan tercatat diharapkan
dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan penerapan ESG,” jelas Hasan.
Dalam jangka panjang tentunya penerapan ESG yang baik
di Pasar Modal Indonesia diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak aliran
modal ke Indonesia.
“BEI yakin kehadiran IDX ESG Leaders merupakan
suatu pencapaian penting dalam investasi berkelanjutan yang lebih baik di pasar
modal Indonesia,” ujar Hasan.




