Moneter.co.id – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengembangkan produk asuransi bancassurance dengan bank pembangunan daerah (BPD) Bank Jatim.
Direktur Operasi Ritel PT Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, selama ini kontribusi premi dari perbankan masih rendah. Dari total premi pada 2016 yang sebesar Rp 5,4 triliun; kontribusi perbankan baru sekitar delapan persen.
Target tahun ini naik menjadi 9–10 persen dari proyeksi premi Rp 6 triliun. ”Secara jangka panjang, kami ingin mendorong kontribusi perbankan terhadap premi menjadi 20 persen,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya gencar menggandeng BPD dari berbagai wilayah. Sebelumnya, Jasindo sudah bekerja sama dengan BPD DKI, Jabar, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka, NTT dan NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.
Selama ini, premi terbesar di Jasindo berasal dari sektor properti. Kemudian diikuti dengan kendaraan bermotor, minyak dan gas, perbankan, serta terakhir pertanian, perikanan, dan peternakan.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso mengatakan, kerja sama dengan Jasindo merupakan bentuk sinergi antara BUMD dan BUMN.
Soeroso yakin hal tersebut bisa turut mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Yang akan dikembangkan dengan kerja sama tersebut ialah kredit kendaraan bermotor. ”Kami akan menyalurkan kredit kendaraan bermotor karena itu menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sekarang,” tutupnya.
Rep.Top




