Moneter.id – Situs jual beli online Bukalapak
resmi meluncurkan BukaGlobal untuk membuka akses bagi pelaku usaha kecil dan
menengah (UKM) lokal guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan
bisnisnya ke luar negeri. Peluncuran inovasi terbaru ini bertempat di KBRI
Singapura, Senin 20 Mei 2019.
Fajrin Rasyid, pendiri dan Presiden Bukalapak
menjelaskan, BukaGlobal dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil untuk mendapatkan
peluang merambah pasar global.
“Inovasi ini adalah bentuk dari solusi
dihadirkan Bukalapak untuk menjawab tantangan pelaku usaha kecil saat ini,
terutama dalam mendapatkan akses pasar, dukungan logistik dan infrastruktur
yang dapat diandalkan,” katanya.
Bukalapak tidak hanya ingin memberikan
ketersediaan akses ke pasar (demand)
dengan menghubungkan pelaku usaha kecil dengan konsumen di pasar luar negeri,
tetapi juga turut membangun ekosistem logistik dengan menggandeng mitra
terpercaya untuk memberikan layanan pengiriman yang cepat dan berkualitas.
Keseluruhan inisiatif ini diharapkan akan
berdampak pada kemajuan usaha kecil dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia
yang merupakan visi dari Bukalapak sejak didirikan sembilan tahun lalu,”
ujar Fajrin.
Bukalapak melihat potensi ekspor UKM dapat
bersaing di pasar global. Hal ini didasari dengan melihat kontribusi yang cukup
signifikan dari pelaku usaha kecil dan menengah terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) 2018, yaitu sekitar 60% dan diperkirakan akan terus meningkat di
sepanjang 2019.
Sementara, Menteri Komunikasi dan
Informatika, Rudiantara mengatakan, pemerintah Indonesia sangat mendukung
inisiatif terbaru Bukalapak yang sejalan dengan program pemerintah memberikan
fasilitas percepatan dalam meningkatkan potensi ekspor pasar usaha kecil, seperti
program kejuruan, pembangunan infrastruktur internet yang menyeluruh, dan
pelatihan bisnis dan kewirausahan yang terus dilakukan secara sinergis.
Dengan kolaborasi antara e-commerce dan pelaku usaha tradisional, diharapkan tidak hanya
akan memajukan industri usaha kecil dan menengah, tetapi juga dapat mendorong
Indonesia untuk memimpin pertumbuhan ekonomi digital di Asia tenggara
potensinya mencapai 130 miliar dolar Amerika Serikat tahun depan.
“Peranan pemerintah adalah sebagai
fasilitator dan akselator pengembangan ekonomi digital” ujarnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika
menargetkan pada akhir 2019 sebanyak 8 juta pelaku usaha kecil telah
bertransformasi dan memanfaatkan aplikasi teknologi digital untuk mengembangkan
usahanya.
“Hal ini juga dapat menjadi salah satu
strategi menghadapi pesatnya pertumbuhan konsumen kelas menengah di Asia
Tenggara diperkirakan mencapai 350 juta orang di tahun 2020”, demikian
Rudiantara.
Sekedar informasi, fitur BukaGlobal sudah
dapat dinikmati konsumen yang tinggal di Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan
dan Brunei Darussalam, mulai tanggal 20 Mei. Fitur ini juga sangat mudah
diaplikasikan dan dapat dipelajari di ulasan blog BukaGlobal.
Saat ini BukaGlobal melayani pengiriman
barang mulai dari 0.5kg dengan tarif bervariasi dan estimasi waktu pengiriman
selama 6 – 11 hari yang disesuaikan dengan pilihan destinasi tujuan konsumen.
BukaGlobal akan menghubungkan lebih dari 4
juta pelapak Indonesia dengan konsumen di pasar global, termasuk diaspora
Indonesia di luar negeri.
Setelah Singapura, empat negara lainnya yang
akan menjadi tujuan dari BukaGlobal adalah Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunei
Darussalam, dan diharapkan akan terus berkembang.




