Selasa, Maret 3, 2026

Berkontribusi 19,66 Persen, Industri ‘Tulang Punggung’ Ekonomi Nasional

Must Read

Moneter.id – Industri pengolahan berkontribusi besar dalam
struktur produk domestik bruto (PDB) dengan porsi mencapai 19,66 persen pada
triwulan III/2018. Untuk itu, pemerintah memberikan prioritas terhadap
pengembangan sektor industri untuk terus menopang pertumbuhan ekonomi di Tanah
Air.

 

Dalam
upaya meningkatkan kinerja industri manufaktur, pemerintah telah mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi dan kemudahan
perizinan usaha agar dapat menciptakan iklim bisnis di Tanah Air yang semakin kondusif,”
kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (7/11).

 

Menurut Menperin,
pemerintah juga sudah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sekaligus dijadikan sebagai agenda nasional
dan strategi Indonesia untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.
“Artinya, Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional
yang berdaya saing global,” tegasnya.

 

Adapun
10 program prioritas di dalam Making Indonesia 4.0 yang perlu dijalankan,
yaitu perbaikan alur aliran
material, mendesain ulang zona industri,
mengakomodasi standar keberlanjutan,
pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital, menarik investasi,
meningkatkan kualitas SDM,
pembentukan ekosistem inovasi,
pemberian insentif investasi teknologi, serta
harmonisasi aturan dan kebijakan.

 

“Melalui
peta jalan tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi bagian 10 negara dengan
perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030,” ungkap Airlangga.

 

Target itu bisa tercapai karena didorong dari
peningkatan kembali nett ekspor 10 persen kepada PDB, peningkatan
produktivitas hingga dua kali lipat, dan terciptanya
10 juta lapangan kerja baru pada tahun
2030.

 

Di dalam Making Indonesia 4.0, lima sektor
manufaktur dipilih untuk menjadi pionir dalam implementasi industri 4.0, yaitu
industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan
elektronika. Beberapa sektor yang tengah mendapat prioritas pengembangan
tersebut, menunjukkan kinerja yang cukup gemilang pada triwulan III/2018.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di
kuartal III/2018, industri tekstil dan pakaian tumbuh sebesar 10,17 persen,
industri makanan dan minuman 8,10 persen, serta industri alat angkutan 5,37
persen. Kinerja ketiga sektor ini mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang
mencapai 5,15 persen.

 

Sektor lain yang juga tumbuh positif di atas PDB,
di antaranya industri karet, barang dari karet dan plastik tumbuh sebesar 12,34
persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 8,83 persen, industri
logam dasar 8,11 persen, serta industri barang logam bukan mesin dan
peralatannya 6,46 persen. Dari capaian-capaian tersebut, industri pengolahan
nonmigas tumbuh di angka 5,01 persen.

 

Sebelumnya, BPS juga merilis, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang
pada triwulan III/2018 mengalami lonjakan
hingga 5,04 persen (yoy) terhadap triwulan III/2017. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan naiknya produksi industri pakaian jadi yang mencapai 23,13
persen.

 

Di samping itu,
pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di triwulan III/2018,
juga naik 4,13 persen (q-to-q) terhadap triwulan II/2018. Industri yang
mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri kendaraan bermotor,
trailer dan semi trailer sebesar 15,11 persen.

 

Sedangkan, pertumbuhan
produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III/2018 naik sebesar
3,88 persen (yoy) terhadap triwulan III/2017. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, yang mencapai 18,64 persen.
Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi tertinggi
adalah industri pengolahan tembakau, hingga 32,36 persen.

 

Dalam laporan Nikkei
dan IHS Markit, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada
Oktober 2018 sebesar 50,5 atau masih tergolong dalam tingkat ekspansif. Bahkan,
Indonesia berhasil menduduki peringkat ketiga teratas di ASEAN. Posisi
Indonesia lebih baik dari Malaysia (49,2), Thailand (48,9), Myanmar (48,0) dan
Singapura (43,3).

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Galaxy S26 Ultra Tawarkan Fitur Privasi Lebih Aman bagi Pengguna

Samsung Electronics Indonesia meningkatkan kemampuan layar Galaxy S26 Ultra melalui fitur Privacy Display. Fitur ini dirancang untuk membantu menjaga...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img