Sabtu, Maret 7, 2026

Beroperasi Tahun 2019, Jembatan Holtekamp Jadi Titik Perekonomian Baru

Must Read

Moneter.co.id – Jembatan
Holtekamp yang menghubungkan Kota Jayapura, Provinsi Papua ditargetkan rampung
pada akhir 2018. Dengan begitu jembatan diharapkan mampu beroperasi pada awal
2019.

Direktur Jembatan Ditjen Bina
Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Jakarsih
mengatakan, saat ini progres pembangunan jembatannya telah mencapai 96,54%.

“Tinggal
pengecoran saja untuk kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan,” katanya
yang mendampingi Presiden Joko Widodo saat meninjau Jembatan Holtekamp, Kamis (12/4).

Ia menjelaskan, jembatan ini
telah dibangun sejak 1990 namun terus mengalami perubahan desain menyesuaikan
dengan dinamika sekaligus perkembangan teknologi.  
“Pada 2015,
pembangunan Jembatan Holtekamp dengan desain baja lengkung pun dimulai,”
jelasnya. 

Iwan menjelaskan, ada
teknologi penggunaan pendulum yang dapat mengurangi dampak gempa. Apalagi,
wilayah Papua dan Maluku merupakan salah satu yang rawan gempa. 
“Gempa 7
Skala Richter bisa diserap dengan pendulum hingga 50%. Ini baru pertama kali
penempatannya di Indonesia,” ujar dia.

Selain itu, kawasan sekitar
Jembatan Holtekamp yang masih alami akan turut dikembangkan sebagai lokasi
wisata maupun rekreasi olahraga.

Presiden
Joko Widodo mengharapkan jembatan Holtekamp dapat menjadi titik perekonomian
baru bagi masyarakat di kota Jayapura dan bahkan hingga ke kota-kota lainnya.

“Saya
kira ini menjadi jembatan yang paling panjang yang kita harapkan akan menumbuhkan
titik perekonomian baru di Jayapura dan sekitarnya,” kata Presiden Joko
Widodo di pinggir Jembatan Holtekamp Jayapura, Kamis (12/4).

Keistimewaan
jembatan ini adalah dua lengkungan merah yang ada di atasnya (centerspan)
sepanjang 112,5 meter, dengan tinggi 20 meter, lebar 26 meter dan berat 2000
ton yang dipasang oleh PT PAL Surabaya.

“Jembatan
ini menghubungkan kota Jayapura terutama dengan pos lintas batas di Skouw,
terutama di sana. Dan ini dikerjakan kerja sama kolaborasi antara pemerintah
kota, pemerintah provinsi, pak gubernur dan pemerintah pusat ada bagiannya
sendiri-sendiri yang bagus di situ,” ungkap Presiden.

Jembatan
senilai Rp943,6 miliar yang dikerjakan oleh konsorsium PT PP (Persero), Tbik,
PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero) diharapkan dapat memangkas
waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju perbatasan Skouw yang semula 2,5 jam
menjadi 60 menit.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img