Moneter.id
–
Sebanyak delapan perusahaan asal China menyampaikan ketertarikannya untuk
berinvestasi di Indonesia.
“Kedelapan CEO
perusahaan dari berbagai bidang industri datang ke KBRI untuk menyampaikan
keinginannya memperluas jaringan bisnisnya ke Indonesia,” kata Duta Besar
RI untuk China merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun, Kamis (5/11/2020).
CEO
MagicWe Technologies, Travis Liu menyampaikan beberapa kelebihan dan kekurangan
bagi perusahaan China yang hendak berinvestasi di negara-negara kawasan Asia
Tenggara, termasuk Indonesia.
“Saya melihat potensi pasar di kawasan Asia Tenggara
sangat berkembang pesat,” ucapnya.
Apalagi, lanjutnya, Indonesia sebagai satu-satunya
negara di kawasan ini yang tergabung dalam G20 memiliki pertumbuhan PDB yang
stabil bahkan cenderung meningkat selama beberapa tahun ini terakhir.
Hal ini yang membuat para pengusaha dari China ini
sangat tertarik berinvestasi di Indonesia, demikian Liu.
Taiho, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi
mekanik dan kecerdasan artifisial (AI) menawarkan kerja sama di bidang
pembersihan dan penyortiran barang tambang.
Ada juga The Passage yang ingin menjalin kerja sama di
bidang penelitian teknologi di Indonesia. Demikian dengan Lena yang ingin
berinvestasi di Indonesia di bidang peralatan kecantikan.
Lalu, Mihoteco yang bergerak di bidang lampu dan
pengolahan limbah tertarik untuk membuka usaha di Indonesia dan berinvestasi di
bidang pengolahan limbah plastik campuran menjadi plastik woven.
Rencananya para pengusaha tersebut melakukan kunjungan
ke Indonesia pada awal tahun 2020 ini, namun ditunda karena pandemi covid-19
melanda.
Dubes Djauhari menanggapi positif keinginan mereka
dengan mengingat bahwa batu bara merupakan produk ekspor terbesar Indonesia ke
China.
Selain itu, pengolahan limbah plastik akan menjadi
solusi penanganan sampah di Indonesia yang dapat didaur ulang menjadi produk
jenis baru yang juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan konstruksi.
Investasi China di Indonesia dalam beberapa tahun
terakhir menunjukkan peningkatan. Selama Januari-September 2020, China telah
merealisasikan investasinya di Indonesia sebesar 3,5 miliar dolar AS sehingga
menempatkannya di posisi kedua investasi asing terbesar di Indonesia.
Beberapa proyek kerja sama Indonesia-China dikerjakan
melalui kerangka sinergi Poros Maritim Dunia dan Parakarsa Sabuk Jalan (BRI),
termasuk pengembangan empat koridor ekonomi baru dan pembangunan Kawasan
Ekonomi Khusus di Indonesia.
“Saya berharap kawasan ekonomi itu bisa menjadi
destinasi investasi potensial bagi para calon investor Tiongkok,” ujar
Dubes.
Ia juga menawarkan beberapa sektor industri kepada
para pengusaha China tersebut sejalan dengan bidang-bidang kerja sama ekonomi
yang selama ini juga menjadi prioritas Indonesia.
“Sehubungan dengan hal ini, kami akan
menindaklanjuti berbagai proposal kerja sama tersebut dengan otoritas terkait
di Jakarta untuk mewujudkan capaian investasi yang konkret,” kata
Djauhari. (Ant)




