Moneter.id – Pemerintah
akan menyuntikkan dana bantuan hingga Rp1 miliar untuk membesarkan usaha
rintisan atau (startup) Indonesia.
Suntikan dana tersebut nantinya akan diberikan bagi startup yang mampu menggaet investor yang memberikan investasi
dengan dana yang lebih besar dari yang diberikan pemerintah.
Direktur Perusahaan
Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristek Dikti Retno Sumekar mengatakan,
Kemenristek Dikti tengah menyiapkan program pembinaan baru bagi startup yang sudah matang.
“Kita
mau scale-up startup yang bisa memproduksi kebutuhan nasional. Atau paling tidak
startup yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat,” katanya di Kantor
Kemenristek Dikti, Sabtu (6/04).
Retno menjelaskan,
yang boleh mengikuti program scale-up
atau pembesaran usaha startup ini
adalah perusahaan yang sudah memiliki omzet senilai Rp1 miliar.
Selain itu yang sudah
memiliki pasar masif. Pihaknya membuka kesempatan bagi startup yang dimaksud
untuk mengajukan proposal yang di dalamnya juga sudah mencantumkan data para
investornya.
Dia menyatakan, persyaratan
berapa besar serapan tenaga kerja tidak menjadi patokan asal startup itu sudah memiliki produk untuk
pasar nasional.
Dari
data Kemenristek Dikti, dari 1.307 tenant startup
di seluruh Indonesia, program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristek Dikti
telah melahirkan 32 tenant yang sudah matang dengan peningkatan omzet rata-rata
lebih dari 426% dan tenant yang matang tersebut memiliki omzet minimal Rp500
juta.
Startup dengan nilai omzet tertinggi
adalah produk Satpam Pintar dalam bidang keamanan sekaligus teknologi informasi
dengan omzet mencapai Rp7 miliar.
Startup kedua tertinggi yang mencapai
Rp6,5 miliar adalah Kapal Pelat Datar dalam bidang transportasi dan yang ketiga
adalah Isolated Ground Shield Wire, yaitu kabel listrik untuk voltase tinggi
dan voltase sedang, dalam bidang material maju yang memiliki omzet sebesar Rp5
miliar.
Kunci Kemenristek
Dikti dalam program IBT terletak tidak hanya pada pemberian modal, tetapi juga
memberikan bimbingan hasil riset dan inovasi agar sesuai dengan kebutuhan
industri dan masyarakat.
Retno menjelaskan,
meski 32 startup ini dinilai sudah
matang, tidak serta-merta langsung mendapat dana bantuan Rp1 miliar. Bagi
mereka, menurut dia, diwajibkan juga mengirim proposal agar bisa bersaing
dengan startup lain.
“Ya meski sudah mature, mereka tetap harus mengajukan
proposal. Nanti akan kita seleksi lagi dan kita uji lagi,” katanya.




