Moneter.id – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan
Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) akan mencatatkan obligasi berkelanjutan II tahap
I tahun 2018 pada, Rabu (02/01). Untuk obligasi yang akan dicatat di Bursa Efek
Indonesia (BEI) jumlahnya mencapai Rp750 miliar.
“Obligasi tersebut akan dicatatkan dalam dua seri,
yaitu seri A sebesar Rp467 miliar dan seri B sebesar Rp283 miliar,” kata Kepala
Divisi Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, Senin (31/12).
Irvan menjelaskan, obligasi seri A bernilai emisi
Rp467 miliar mempunyai tingkat suku bunga tetap 10,4% per tahun dan jatuh tempo
28/12/2021.
“Untuk obligasi seri B bernilai emisi Rp283
mempunyai tingkat suku bunga tetap 10,65% dan jatuh tempo pada 28/12/2023,” paparnya.
Menurutnya, dalam penerbitan dan pencatatan
obligasi ini, Bank Sulselbar menunjuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai wali amanat
obligasi.
“Obligasi tidak dijamin dengan jaminan khusus,
tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak
maupun barang tak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan datang di
kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang obligasi,” lanjutnya.
Irvan menegaskan, Bank Sulselbar hanya akan menerbitkan
sertifikat jumbo obligasi yang didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI). “Akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang
diadministrasikan dalam penitipan kolektif di KSEI juga,” tungkasnya.




