Senin, Maret 2, 2026

BFI Finance Kelola Piutang Senilai Rp16,8 Triliun di Semester I/2022

Must Read

MONETER

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mengelola piutang (managed receivables) senilai Rp16,8
triliun pada semester I/2022, naik sebesar 23,3 persen year on year (yoy).

 

“Portofolio pembiayaan dari managed receivables berdasarkan jenis aset konsumen didominasi oleh
pembiayaan mobil bekas dan baru sebesar 69,97% atau senilai Rp11,75 triliun,”
kata Finance Director & Corporate
Secretary
BFI Finance Sudjono di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

 

Jelasnya, selain itu didapat dari pembiayaan alat
berat dan mesin sebesar 11,97%, pembiayaan motor bekas 10,76%, property-backed financing 2,67%, dan
sisanya berasal dari pembiayaan syariah dan channeling
dengan anak usaha.

 

“Dari segi adaptasi business process secara digital, kami juga promosikan beragam
layanan yang memudahkan masyarakat dan konsumen agar dapat menikmati fasilitas
pembiayaan secara lebih cepat dengan persyaratan mudah,” ujar Sudjono.

 

Sudjono bilang, perseroan telah meraup laba sebesar
Rp828,9 miliar dari jumlah pendapatan yang didapatkan sebesar Rp2,5 triliun
pada semester I/2022 ini.

 

Lanjutnya, jumlah aset perseroan telah mencapai
Rp18,1 triliun hingga semester I/2022 ini. Rasio pembiayaan bermasalah
Non-Performing Financing (NPF) juga mencatatkan kinerja yang sehat, tampak dari
di posisi NPF bruto yang sebesar 1,08% dan NPF neto sebesar 0,31% hingga akhir
Juni 2022.

 

“Capaian ini mencerminkan performa yang stabil dan
jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang sebesar 2,81% untuk
lembaga pembiayaan, berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni
2022,” ucap Sudjono.

 

Menurutnya, capaian ini didorong oleh meningkatnya
daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di masa pasca pandemi ini. “Juga
disebabkan adanya realisasi pembiayaan baru serta beragam produk dan layanan
jasa yang menyediakan solusi pembiayaan komprehensif bagi masyarakat,”
tungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img