Selasa, Januari 27, 2026

BI Catat Utang Indonesia Rp 4.897 Triliun Hingga Januari 2018

Must Read

Moneter.co.id – Bank Indonesia mencatat
utang Indonesia sebesar USD 357,5 miliar atau sebesar Rp 4.897,7 triliun (kurs
Rp 13.700) hingga Januari 2018. Dari angka tersebut, utang bank sentral dan
pemerintah sebesar USD 183,4 miliar atau sebesar Rp 2.512,5 triliun serta utang
swasta sebesar USD 174,2 miliar atau Rp 2.386,5 triliun.

“Pertumbuhan utang Indonesia tercatat stabil di angka 10,3%,”
kata Deputi Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Tutuk Cahyono, Kamis
(15/3)

Tutuk
menjelaskan, hal ini sejalan dengan kebutuhan dalam pembiayaan proyek
infrastruktur dan sektor produktif lainnya.

“Sumbernya hingga akhir Januari 2018 dari pertumbuhan
ULN sektor swasta sebesar 6,8% (yoy) dan ULN sektor pemerintah dan bank sentral
sebesar 13,7%,” ucap Tutuk.

Menurutnya,
seluruh utang Indonesia merupakan utang jangka panjang. Tercatat, utang jangka
panjang Indonesia sebesar 85,9% atau sekitar USD 307,2 miliar. Sementara utang
jangka pendeknya mencapai USD 50,3 miliar atau 14,1%.

“Komposisi periode pinjaman dari
waktu ke waktu, yang terus meningkat itu ULN jangka panjang. Dan secara
berkesinambungan memang mostly jangka panjang yang jadi jenis utang kita,”
bebernya..

Ia menyebut, utang Indonesia saat ini
masih dalam kondisi aman. “Hal itu tercermin dari dominasi ULN pemerintah
dan bank sentral yang tercatat 98,1% dari komposisi utang jangka panjang. Jadi
hampir 100 persen jangka panjang,” tungkasnya. 

 


(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img