Senin, April 20, 2026

Biaya Penyakit Kritis Melonjak 3 Kali Lipat, Allianz Perkuat Benteng Proteksi Lewat APM

Must Read

Beban finansial masyarakat Indonesia akibat risiko kesehatan kini memasuki fase kritis. Berdasarkan data internal Allianz, rata-rata biaya perawatan untuk penyakit tahap lanjut seperti kanker invasif, stroke, dan jantung mencatatkan kenaikan yang eksponensial dalam lima tahun terakhir.

​Sepanjang periode 2020 hingga 2025, biaya perawatan jantung tercatat melonjak hingga 3 kali lipat. Sementara itu, biaya penanganan stroke meroket lebih dari 2,5 kali lipat dan kanker meningkat lebih dari 2 kali lipat.

Kondisi ini diperparah dengan laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits (MMB) yang memprediksi inflasi medis di Indonesia menyentuh angka 17,8%, atau tujuh kali lipat lebih tinggi dari ekspektasi inflasi umum nasional sebesar 2,5%.

​Menanggapi anomali biaya ini, PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia meluncurkan produk teranyar: Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM). Inovasi ini ditujukan untuk meredam tekanan premi yang sering kali memaksa nasabah melepas perlindungan asuransinya di saat yang paling krusial.

​Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, menyatakan bahwa stabilitas premi menjadi prioritas utama dalam desain produk APM.

“Kami ingin menghadirkan perlindungan kesehatan dengan peningkatan premi yang lebih stabil dan terukur. Tujuannya adalah membantu nasabah mempertahankan perlindungan secara berkelanjutan sepanjang hidup,” tegasnya.

​Secara teknis, APM menawarkan solusi melalui pemberian Double Annual Limit atau Batas Manfaat Tahunan Tambahan khusus untuk kanker invasif, serangan jantung, dan stroke. Dengan fitur ini, nasabah mendapatkan tambahan plafon biaya perawatan sehingga fokus pemulihan tidak terganggu oleh persoalan likuiditas pribadi.

​Selain itu, strategi Allianz dalam menjaga stabilitas premi juga diimplementasikan melalui opsi risiko sendiri (deductible) pada Plan Extra dan Plan Premier.

Mekanisme ini dirancang untuk memitigasi potensi over-treatment dan over-utilisation yang selama ini menjadi kontributor utama pembengkakan biaya asuransi secara kolektif.

​Dari sisi prinsip, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas, menambahkan bahwa kehadiran AlliSya Preferred Medical merupakan wujud komitmen menjaga masa depan sesuai prinsip Maqasid Syariah.

“Kami ingin memberikan solusi yang sejalan dengan menjaga jiwa dan kesehatan untuk masa depan yang lebih terencana,” ungkap Elmie.

​Allianz juga memperluas ekosistem proteksinya dengan menyertakan manfaat rawat jalan untuk penyakit tropis seperti demam berdarah dan tifoid, serta akses ke Preferred Hospital Network.

Untuk mendukung pencegahan preventif, nasabah diberikan akses ke layanan wearable tech, katering sehat, hingga telekonsultasi guna mempertahankan gaya hidup sehat secara konsisten.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lanskap Ancaman Siber 2026: Satu Juta Akun Bank Bocor akibat Ledakan Infostealer

Lanskap keamanan finansial global sedang mengalami pergeseran paradigma yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkapkan bahwa lebih dari satu...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img