Senin, Maret 2, 2026

Bidik Dana Rp1,28 Triliun, Bank Bukopin Bakal Lepas 40 Persen Saham

Must Read

Moneter.id – PT Bank
Bukopin Tbk (BBKP) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan
melepas sebanyak-banyaknya 4.660.763.499 lembar saham atau setara 40% saham
ditempatkan oleh perseroan.

Rencananya,
PUT V akan dilangsungkan pada semester II/2019 ini dengan sebelumnya mendapat
pernyataan efektif terlebih dahulu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah
mendapat persetujuan dari para pemegang saham saat pelaksanaan RUPSLB.

Perseroan
menjelaskan, jumlah saham seri B dan bernominal Rp100 masih tergantung pada
keperluan dan harga pelaksanaan PUT V. Selanjutnya dana hasil aksi korporasi
tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan.

“Dengan
rencana tersebut, maka perseroan akan memiliki pendanaan yang cukup untuk
menjalankan strategi usaha,” tulis perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa
(17/9).

Jika terjadi perubahan
jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan maka perseroan akan mengumumkan
dalam panggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tanggal 2 Oktober
2019.

Rencana
perseroan melepas 40% saham dengan asumsi harga saham saat ini, yakni Rp
274/unit saham, maka perusahaan mampu menghimpun dana mencapai Rp 1,28 triliun.

“Dana yang terhimpun
akan digunakan seluruhnya oleh perusahaan untuk keperluan modal kerja dalam
rangka mendukung ekspansi dan strategi usaha ke depan,” tulisnya lagi.

Sebelumnya, pada 5
September 2019 BBKP mencatat efek beragun aset (EBA) pertama dengan aset dasar
kredit pensiunan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di mana nilai penawaran kepada
investor sebesar Rp 480,4 miliar dan nilai total kredit yang dialihkan Rp 1,3
triliun.

EBA
Bahana Bukopin memiliki tenor 3 tahun di mana kuponnya akan dibayarkan setiap 3
bulan sekali hingga jatuh tempo pada 4 September 2022.

Produk tersebut
berasal dari kumpulan tagihan kredit pensiunan yang dialihkan dan terdiri dari
tagihan pokok pinjaman selama 7 tahun senilai Rp 750 miliar dan tagihan cicilan
selama 7 tahun senilai Rp 1,3 triliun.

Sebagai
informasi, sepanjang paruh pertama 2019 total pendapatan bunga BBTN turun 9,13%
secara tahunan menjadi Rp 3,93 triliun dari sebelumnya Rp 4,32 triliun di
semester I/2018.

Dikarenakan beban
bunga tetap tercatat tumbuh positif (2,63% yoy)
mengakibatkan kinerja laba perusahaan lebih tertekan.

Alhasil,
hingga akhir Juni 2019, total keuntungan yang mampu dicatatkan BBKP anjlok
53,78% secara tahunan, dari Rp 259,91 miliar menjadi Rp 120,14 miliar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img