Senin, Januari 26, 2026

Bidik Masuk Pasar Afrika Tahun 2023, Komut: Saya Tantang Telin

Must Read

MONETER – PT Telekomunikasi Indonesia
Internasional (Telin) membidik masuk pasar Afrika paling lambat tahun 2023
mendatang. 
“Paling
telat tahun depan itu sudah nyampe ke sana. Mudah-mudahan lebih cepat
lagi,” kata
CEO Telin Budi
Satria Dharma Purba, Senin (18/7/2022).


Kata Budi,
strategi Telin untuk masuk pasar Afrika yaitu dengan mendekati perusahaan
Indonesia yang sudah eksis disana. Pendekatan itu dilakukan untuk bisa
menghadirkan solusi layanan yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan tersebut.


“Termasuk
juga kami komunikasi dengan perwakilan-perwakilan Indonesia di Afrika, duta
besar, konsulat jenderal, untuk melihat peluang yang ada. Misal perusahaan
Indonesia di sana atau perusahaan luar atau setempat yang ingin masuk regional,
Indonesia, itu kita
approach (dekati).
Jadi pendekataannya selektif, per solusi layanan, per enterprise. Tidak
langsung buka kantor, kita kirim dulu sales representative, yang tahu pasar di
sana,” katanya.


Budi
mengatakan dengan kondisi geopolitik di Afrika yang tidak stabil, perusahaan mengambil
langkah hati-hati melalui kemitraan dengan operator setempat. 
“Pendekatan masuk ke pasar Afrika dilakukan sejalan dengan
diresmikannya kantor representatif baru Telin di Dubai, Uni Emirat Arab, akhir
Maret lalu,” paparnya lagi.


Keberadaan
kantor di Dubai merupakan wujud komitmen Telin dalam mengembangkan bisnisnya di
Timur Tengah, termasuk Afrika, serta memperluas jangkauan operasional dan
kehadirannya.


“Afrika
sekarang jadi negara yang cukup bagus, investor China banyak masuk ke sana.
Kalau investor China banyak masuk ke sana dalam konteks membangun infrastruktur
pasti akan ada ekonomi di sana,” tambah Komisaris Utama Telin yang juga
Direktur Wholesale & Intenational Service Telkom Bogi Witjaksono.


“Saya challenge (tantang) Telin, kita sudah
masuk Amerika, Taiwan, dan kita pemain lama yang sangat diperhitungkan di
Singapura. Kenapa tidak berani masuk ke pusat pertumbuhan ekonomi baru?” kata
Bogi.

 

Bogi pun
menilai dengan masuk ke pusat pertumbuhan ekonomi baru diharapkan bisa membawa
berbagai produk Indonesia ke pasar yang baru tersebut. “Jadi kita tidak
menunggu bola. Kita lakukan inisiasi,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pelatihan Ekspor Digital Ajak UMKM Ambil Peluang untuk Tembus Pasar Global

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) antusias dalam mengikuti Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img