Kamis, Januari 15, 2026

Biskuit Monde Ekspor Perdana ke Arab Saudi Agustus 2017

Must Read

Moneter.co.id – Upaya
fasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan 
Indonesian Trade Promotion
Center
(ITPC) Jeddah, Arab Saudi untuk pelaku usaha Indonesia berbuah manis. PT Monde Mahkota Biskuit
berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi berupa biskuit senilai USD
19.575 atau Rp261,13 juta. Nilai ini memberi kontribusi positif terhadap ekspor
biskuit ke Negara Petrodolar tersebut.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, M. Hery Saripudin, mengatakan, fasilitasi Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah
membuahkan hasil. PT Monde
Mahkota Biskuit akan melakukan pengapalan ke Arab Saudi pada awal Agustus 2017. 

“Diharapkan ekspor perdana ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus
meningkatkan nilai transaksi perdagangan dengan Arab Saudi,” ujarnya.

Sebelum
masuk ke pasar Arab Saudi, PT Monde Mahkota Biskuit telah berhasil mendapat
mitra dagang dan lulus registrasi badan pengawas obat dan makanan Arab Saudi, Saudi Food and Drug Authority (SFDA) pada Juli 2017. Hal tersebut disampaikan
perwakilan manajemen PT Monde Mahkota
Biskuit Indonesia, Lia Oktavia.

PT Monde
Mahkota Biskuit diperkenalkan pertama kali oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan
KJRI Jeddah ke pasar Arab Saudi pada pameran Saudi Food Hotel and Hospitality (SFHH), April 2017.

Perusahaan
ini memperkenalkan produk-produknya yaitu Monesco
Krinkle Coffee
, Monesco Krinkle Cinnamons, dan Monesco Krinkle Ginger dengan kemasan
kotak berbagai ukuran.

Salah satu
perusahaan yang tertarik dengan biskuit Monde adalah Marketer Covoy Trading Est
(MCT). Perusahaan ini adalah importir, distributor dan agen pemasaran di
wilayah Arab Saudi. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam berbagai kegiatan
bisnis pada sektor peralatan, bahan-bahan, dan produk makanan dan minuman jadi.

Peluang Ekspor
Biskuit ke Arab Saudi

Peluang
pasar Arab Saudi untuk biskuit Indonesia sangat besar. Sebagai gambaran, Arab
Saudi mengimpor biskuit yang termasuk dalam kode HS 19 (preparations of cereals, flour, starch or milk; pastrycooks’ products) dengan nilai
sangat besar dari seluruh dunia, mencapai USD 129,8 miliarpada 2016.

Nilai ekspor
Indonesia ke Arab Saudi pada tahun 2016 untuk komoditas preparations of cereals, flour, starch or milk; pastrycooks’ products, tumbuh 7,69% dibandingkan dengan nilai
ekspor tahun2015. Berdasarkan Data
Statistik Perdagangan untuk komoditas ekspor dengan kode HS 19, nilai ekpor
Indonesia ke Arab Saudi dalam lima tahun terakhir adalah USD 6,35 juta pada
tahun 2012, USD 10,7 juta pada tahun 2013, USD 10,5 juta pada tahun 2014,
senilai USD 9,09 juta pada tahun 2015, dan USD 9,79 juta pada tahun 2016.
Artinya, pada 2016, Indonesia baru berhasil memenuhi kebutuhan biskuit Arab
Saudi sebesar 0,69%.

Sementara, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan, yang juga anggota Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah menjelasakan, Indonesia jelas punya peluang besar dan perlu berupaya
meningkatkan peluang tersebut untuk mendapatkan porsi yang lebih besar di pasar
Arab Saudi,” kata.

Negara yang
menjadi pesaing Indonesia untuk komoditas sejenis adalah Prancis dengan nilai
ekspor ke Arab Saudi USD 196,9 juta, Irlandia dengan USD 157,3 juta, Uni Emirat
Arab dengan USD 148,7 juta, Jerman dengan USD 137,5 juta, dan Spanyol dengan
USD 117,6 juta.

Di sisi
lain, produsen makanan dan minuman Indonesia perlu terus meningkatkan jaminan
keamanan pasokan. Keamanan pasokan ini, kata Gunawan menambahkan, mempunyai
peran yang sangat vital dan perlu terus dijaga. Dengan begitu, Tim Ekonomi dan
Perdagangan KJRI Jeddah sebagai ujung tombak pemasaran dan agen promosi produk
Indonesia di Jeddah dapat terus menindaklanjuti berbagai permintaan dari para
pengusaha Arab Saudi yang membutuhkan produk-produk Indonesia.

“Menjadi tugas kami memikirkan dan menentukan cara
serta metode pendekatan yang tepat untuk meyakinkan para pembeli di Arab Saudi,
sedangkan jaminan keamanan pasokan menjadi tugas bagi produsen di Indonesia.
Dengan pembagian tugas yang jelas ini, kita semua berharap semakin banyak
produk Indonesia yang membanjiri pasar Timur Tengah. Tidak menutup kemungkinan
produk Indonesia akan merambah pasar Gulf Cooperation Council (GCC) dan negara sekitarnya,”  kata
Konsul Ekonomi KJRI Jeddah, Bactiar Saleh.

Rep.Top

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img