Moneter.co.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berupaya mencapai target penghimpunan dana murah hingga 60%-65% dari total dana pihak ketiga pada tahun 2017.
Wakil Presiden Direktur BNI, Herry Sidharta, mengatakan bahwa rasio dana murah (current account saving account/CASA) akan terus digenjot dengan memanfaatkan berbagai strategi.
Secara keseluhan, BNI menargetkan dapat tumbuh di atas Rp460 triliun hingga akhir tahun ini. “CASA kita tetap upaya sebesar besarnya dan minimal 58% [dari total dana pihak ketiga],” ujarnya, Minggu (2/7).
Menurutnya, salah satu strategi yang dilakukan untuk mencapai target komposisi dana murah tersebut adalah dengan meningkatkan transaksi nasabah serta mendorong pengembangan teknologi digital banking.
Sampai dengan akhir Mei 2017 BNI mencatatkan rasio CASA pada posisi 59,51% dibandingkan dengan total DPK. Pada periode yang sama, total DPK mencapai Rp421,94 triliun, tumbuh 21,5% secara year on year dari Rp 347,26 triliun.
Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan kredit BNI hingga kuartal I/2017 naik 21,4% secara yoy menjadi Rp396,52 triliun.
Pertumbuhan kredit perseroan disokong oleh segmen korporasi, terutama badan usaha milik negara (BUMN). Segmen debitur BUMN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 37,8% menjadi Rp79,48 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.
Kemudian, dari segmen usaha menengah mencatatkan pertumbuhan terbesar kedua setelah tumbuh sebesar 21% menjadi Rp63,42 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Sedangkan dari segmen usaha kecil berada pada posisi ketiga setelah mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,2% menjadi Rp50,88 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun 2016.
Rep.Sam




