Rabu, April 15, 2026

BNI Kantongi Laba Bersih Rp 6,41 Triliun di Semester I/2017

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp6,41 triliun di semester I/2017. Angka ini tumbuh sebesar 46,7% dibanding laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,37 triliun.

Sedangkan pertumbuhan kredit BNI sampai akhir paruh pertama 2017 tercatat sebesar 15,4% atau mencapai Rp412,18 triliun, hampir setara dengan dua kali lipat pertumbuhan kredit industri perbankan periode Mei tahun 2017 yang sebesar 8,7%.

BNI menyalurkan Rp296,1 triliun atau 71,6% dari total kredit ke segmen bussiness banking. Sementara sebesar Rp 67.1 triliun atau 16,3% ke segmen consumer banking. Sisanya sebesar 11,9% disalurkan melalui kantor-kantor cabang luar negeri dan perusahaan anak.

Direktur Keuangan & Risiko kredit BNI, Rico Budidarmo mengatakan, bahwa tumbuhnya kredit yang disalurkan BNI terutama ditopang oleh realisasi pembiayaan ke sektor Business Banking pada semua segmen, dari debitur usaha korporasi dan badan usaha milik negara (BUMN), debitur usaha menengah, hingga debitur usaha kecil.

Penyaluran kredit ke debitur usaha korporasi dan BUMN melaju cepat seiring dengan menggeliatnya proyek-proyek infrastruktur dan pertanian. “Kredit yang tersalurkan pada proyek infrastruktur terfokus pada proyek jalan tol khususnya di Pulau Jawa, yang dilaksanakan oleh BUMN. Sedangkan ke sektor pertanian fokus pada pengembangan perkebunan oleh perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki jaringan bisnis internasional,” ujarnya, Senin (7/8).

Hingga akhir semester I/2017, total aset BNI mencapai Rp631,74 triliun atau tumbuh Rp92,6 triliun (17,2%) di atas total aset pada akhir periode yang sama 2016 yang tercatat sebesar Rp539,14 triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang antara lain oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan simpanan dari bank lain.

“DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp463,86 triliun hingga akhir Semester I 2017 atau naik 18,5%. Porsi dana murah (CASA) mencapai 60,9% dari total DPK pada akhir Juni 2017 dibandingkan posisi yang sama 2016, sebesar 60,4% dari total DPK. Peningkatan CASA ini dikontribusikan oleh pertumbuhan Giro yang berhasil tumbuh sebesar 26,7% (yoy) dan Tabungan yang naik 14,5% (yoy),” ujar Rico.

Terkait hasil pencapaian DPK tersebut, BNI berhasil menurunkan biaya dana ke level 3,0% dari 3,1% pada Juni 2016. Hal itu terutama didukung oleh turunnya rata-rata suku bunga deposito berjangka yang menjadi 5,5% di Juni 2017 dibandingkan dengan Juni t2010 sebear 6,0%.

Penghimpunan dana murah tidak terlepas dari peningkatan jumlah rekening yang dibuka nasabah individu dari 18,9 juta rekening pada Juni 2016 menjadi 27,6 juta rekening per Juni 2017, atau tumbuh 46%. Pembukaan rekening juga terjadi pada nasabah-nasabah baru dari kalangan perusahaan yaitu meningkat sebanyak 63.038 rekening. menjadi 478.670 rekening pada Juni 2017 atau naik 15,2%. 

Sementara, Pendapatan Bunga Bersih (NII) BNI hingga paruh pertama 2017 mencatat kenaikan dari Rp13,91 triliun di Juni 2016 menjadi Rp15,40 triliun atau naik 10,7%. Hal itu membuat BNI mampu menjaga margin bunga bersih NIM di leveI 5,6%.

Kemudian, pendapatan nonbunga juga naik sebesar 17,9% dari Rp3,95 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp4,65 triliun pada akhir semester I 2017. 

Rico menjelaskan, dengan pencapaian indikator kinerja tersebut, kami mampu mencatat pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 641 triliun atau tumbuh 46,7%. “Angka ini lebih tinggi dari sektor perbankan Indonesia yang mencatat pertumbuban laba bersih sebesar 17,2% per Mei 2017 (yoy), tutup Rico. (Top)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

XChat Segera Meluncur, Elon Musk Tantang Dominasi WhatsApp dan Telegram

Elon Musk akan meluncurkan aplikasi pesan instan terbaru bernama XChat. Aplikasi besutan perusahaan media sosial X ini dikabarkan akan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img