Moneter.id – PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mengantongi laba bersih sebesar Rp15,02 triliun sepanjang 2018. Laba ini naik 10,3 persen (yoy) dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,62 triliun.
Direktur BNI Endang Hidayatullah mengatakan, perolehan laba tersebut, ditopang pendapatan dari pertumbuhan kredit perseroan yang meningkat 16,2 persen (yoy) menjadi Rp512 triliun.
“Kredit tumbuh 16,2 persen (yoy) dan laba bersih tumbuh 10,3 persen (yoy),” kata Endang di Jakarta, Rabu (23/1).
Fungsi intermediasi BNI, di antaranya, disumbang kredit korporasi swasta yang sebesar Rp151,71 triliun pada 2018 atau tumbuh 12,9 persen (yoy), sementara kredit BNI ke Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp110,99 triliun pada 2018, atau tumbuh 31,6 persen (yoy).
Untuk Usaha Menengah, emiten bersandi BBNI itu menjaga pertumbuhan kredit secara moderat sebesar 6,4 persen (yoy) menjadi Rp74,73 triliun pada akhir 2018. Sedangkan kredit pada segmen usaha kecil, BNI mendongkrak pertumbuhan 17 persen (yoy) menjadi Rp 66,06 triliun pada akhir tahun 2018.
Kredit Payroll atau kredit kepegaiawan menjadi kontributor utama penyaluran kredit pada segmen Konsumer dengan pertumbuhan sebesar 34,2 persen (yoy), yang menjadi Rp 23,74 triliun pada akhir 2018.
“Sepanjang 2018, Kredit BNI disalurkan secara selektif dan fokus pada pembiayaan sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko terkendali atau relatif rendah,” ujar Endang.
Untuk kredit proyek infrastruktur, BNI mencatatkan kenaikan 11,1 persen (yoy), yaitu dari Rp99,51 triliun pada 2017 menjadi Rp110,60 triliun pada 2018.
Pertumbuhan kredit tersebut menopang Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/ NII) 11 persen (yoy) menjadi Rp35,45 triliun pada akhir 2018, sementara pendapatan non bunga naik 5,2 persen (yoy) menjadi Rp 11,61 triliun pada akhir 2018. “Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 2,3 persen menjadi 1,9 persen di akhir 2018,” ujar Endang.
Capaian pertumbuhan kredit itu ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,1 persen (yoy) menjadi Rp578,78 triliun pada Desember 2018. Dengan penyaluran kredit dan DPK tersebut, aset BNI terkumpul Rp 808,57 triliun atau tumbuh 14,0 persen (yoy).




