Sabtu, November 29, 2025

BNI Syariah Dukung Merger Tiga Bank Syariah Himbara

Must Read

Moneter.id
PT
Bank BNI Syariah menyambut baik langkah positif Pemerintah untuk penggabungan atau
merger ketiga bank syariah milik
Himbara, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI
Syariah.

“BNI Syariah berharap
hasil bank merger ini nantinya mampu
memperkuat ekonomi syariah dan memberikan kebermanfaatan dan kebaikan dunia
maupun akhirat yang lebih luas bagi umat,” kata Direktur Utama Bank BNI Syariah,
Abdullah Firman Wibowo usai pengumuman resmi penggabungan ketiga bank, usai
penandatanganan Conditional Merger
Agreement
(CMA), Senin (12/10/2020).

Penandatanganan CMA dilakukan anggota Himbara selaku
perusahaan induk ketiga bank syariah nasional yakni PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk bersama PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT
Bank BNI Syariah.

Abdullah Firman
mengungkapkan BNI Syariah memberikan dukungan penuh upaya pemerintah melakukan
penggabungan bank syariah milik BUMN serta siap bekerja sama dan
bersinergi. 

“Insya Allah, merger
ini akan menghasilkan bank syariah yang lebih kuat, solid, dan terbesar di
Indonesia. Sudah saatnya kita sebagai negara berpopulasi muslim terbesar di
dunia memiliki bank syariah yang besar. Oleh karena itu, kami siap bekerja
sama, bergotong royong, untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.
Bahkan tidak hanya di Indonesia, karena ke depan, kita bisa berikhtiar menjadi
pemimpin ekonomi syariah dunia,” kata Firman.

Baca juga: Tiga Bank Syariah Akan Merger, OJK: Kita Dukung

Firman juga menambahkan bahwa hasil merger ini akan membantu mengembangkan
industri halal yang menjadi new business
dan new brand dengan potensi bisnis
global mencapai Rp30 ribu triliun, mencakup halal
food, modest fashion, halal media,
halal tourism, halal healthcare, halal
cosmetics
, serta hajj & umrah.

“Kami berharap bank
syariah hasil merger mampu
mengoptimalkan potensi ekosistem halal, demi mewujudkan Indonesia sebagai
produsen produk-produk halal dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya
lagi.

Ketiga bank syariah dan
para pemegang saham juga menjamin tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
selama proses penggabungan maupun setelah penggabungan.

Selain itu, proses merger
tidak mempengaruhi kegiatan operasional dan layanan bank, sehingga dana
nasabah akan tetap aman terjaga, nasabah juga dapat melakukan aktivitas
perbankan seperti biasa.

Seperti diketahui, meski
ditengah situasi pandemi COVID-19, BNI Syariah mencatatkan total aset Rp50,76
triliun sampai triwulan II/2020 atau naik sebesar 19,46% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode
sama tahun 2019 yaitu Rp42,49 triliun.

Pertumbuhan aset ini semakin mengokohkan posisi BNI
Syariah sebagai bank syariah BUKU III dengan peringkat aset kedua terbesar di
Indonesia.

Kenaikan aset tersebut
didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah, tercermin dari
realisasi Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah sampai triwulan II/2020 sebesar
Rp43,64 triliun atau naik 20,15% secara yoy
dibandingkan periode sama tahun 2019 sebesar Rp36,32 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

ecoCare Hygiene Solusi Sanitasi Modern untuk Lingkungan Bisnis

Standar kebersihan di lingkungan bisnis semakin meningkat dan kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan profesionalitas sebuah institusi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img