Rabu, Januari 14, 2026

Bos BEI: Kita Harus Punya Bursa Efek Syariah yang Full Syariah

Must Read

Moneter.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Pasar Keuangan Dubai (DFM) bekerja sama dalam pengembangan keuangan syariah. Contohnya, menjadikan Indonesia sebagai hub atau pusat pasar keuangan syariah global.

Usai bertemu dengan otoritas pasar keuangan di Dubai, Uni Emirat Arab(UEA), Minggu (29/10), Direktur Utama BEI Tito Sulistio belum bisa merinci kesepakatan awal itu.

“Dua pekan ke depan, pihaknya akan bertemu kembali dengan mereka di Dubai untuk pembicaraan lanjutan,” ujar Tito.

Tito optimistis harapan kerja sama itu bakal terlaksana karena empat keuangan syariah terbesar saat ini yakni Dubai, Turki, Malaysia, dan Indonesia tentunya memiliki pandangan yang sama bahwa bersinergi lebih baik dalam meningkatkan pangsa keuangan syariah di keuangan global.

Tito menyatakan pernah menyampaikan rencana pengembangan pasar modal syariah kepada otoritas di Indonesia. Ia yakin pemerintah dan otoritas bakal mendukungnya karena itu adalah upaya baru dalam memobilisasi dana sebagai sumber pembiayaan.

Sebelumnya, Tito mengatakan perlunya membentuk bursa efek syariah yang tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga proses yang sesuai syariah karena negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia itu berpotensi menjadi pusat unggulan bursa efek syariah dunia.

“Kita perlu punya bursa efek syariah yang full syariah. Kita bisa jadi center of excellence dunia. Apakah kita bisa? Bisa,” kata Tito.

Tito menjelaskan Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil pada kisaran 5,0 persen dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk tumbuhnya perekonomian syariah, khususnya pasar modal syariah.

Berkaitan dengan itu, menurut Tito, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan ketertarikannya untuk mempromotori pembentukan bursa efek syariah. “BEI mendukung rencana itu dan siap membantu,” kata Tito

“Sebaiknya bursa efek syariah itu ada di Jawa Timur,” tegas Tito

Pasar modal syariah Indonesia kini memiliki empat efek syariah yang dapat ditransaksikan investor, 343 saham syariah, 160 reksa dana syariah, satu ETF syariah, 68 sukuk korporasi, dan 29 sukuk pemerintah.

Per Juni 2017 dibandingkan tahun sebelumnya return indeks saham syariah Indonesia meningkat sebesar 28,1 persen. Kapitalisasi saham syariah dalam lima tahun terakhir meningkat 42 persen menjadi Rp3.479 triliun. Sementara kapitalisasi total saham saat ini sebesar Rp6.473 triliun. 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img