Rabu, Januari 14, 2026

BPS: Ekonomi Aceh Tumbuh 4,61 Persen di 2018

Must Read

Moneter.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, perekonomian
di Provinsi Aceh dengan minyak dan gas bumi (migas) selama tahun 2018 mengalami
pertumbuhan 4,61% atau lebih tingggi dibandingkan 2017 yang tercatat 4,18%.

“Secara keseluruhan c to c atau kumulatif ke kumulatif, kita (Aceh) memang masih berada
di bawah nasional. Nasional 5,17%, kita hanya 4,61%,” ujar Kepala BPS
Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Kamis (07/2).

Wahyudin menerangkan, sedangkan pertumbuhan ekonomi
tanpa migas di provinsi paling barat Indonesia itu tumbuh sebesar 4,49% selama
tahun lalu, sementara tahun 2017 tercatat 4,13%.

Angka pertumbuhan 4,61% tersebut dipengaruhi sisi
produksi dengan tumbuh paling tertinggi oleh lapangan usaha penyediaan
akomodasi dan makan minum sebesar 8,28%.

Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan
tertinggi dialami oleh komponen ekspor luar negeri, diantaranya komoditas
batubara yang meningkat pesat dengan total sebesar 51%.

Pertumbuhan ekonomi ini juga ditopang dari mulai
berproduksi kedua perusahaan migas di Aceh, yakni Medco Malaka dan Triangle Pase
sejak pertengahan tahun 2018.

“Walaupun realisasi anggaran kita malah
menurun. Di 2017 realisasi mencapai 92,7%, sedang 2018 sebesar 81,8%. Rendahkan
ya, tapi karena ada tambahan pertambangan tadi yang cukup tinggi,”
jelasnya.

Ia melanjutkan, angka pertumbuhan ekonomi Aceh ini
menempati peringkat ketujuh dari 10 provinsi di Sumatera dengan rata-rata
mengalami pertumbuhan 4,54%.

“Jadi kalau di Sumatera itu teratas Sumsel 6,04%,
Lampung 5,25%, Sumut 5,18%, Sumbar 5,14%, Bengkulu 4,99%, dan Jambi 4,71%,”
terang dia.

“Aceh itu, berada di peringkat ketujuh dengan
4,61%, disusul Kepulauan Riau 4,56%, Bangka Belitung 4,45%, dan Riau cuma 2,34%,”
kata.

Tetapi distribusi Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) Sumatera, lanjutnya, justeru provinsi 
“Bumi Lancang Kuning”, julukan bagi Riau memberi kontribusi 23,36%,
disusul Sumut 22,92%, dan Sumsel 12,98%.

“Sedangkan Aceh, cuma memberi 4,82% dengan
perekonomian 2018 berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp155,91
triliun, dan PDRB perkapita mencapai Rp29,73 juta atau 2,09 ribu dolar
AS,” tutup Wahyudin.

Sementara, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan,
pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,175 sepanjang 2018 atau menunjukan
peningkatan dibanding pertumbuhan 2017 yang sebesar 5,07%.

“Ini menunjukkan tren yang baik, karena dibandingkan
beberapa tahun terakhir, pertumbuhan 2018 adalah yang cukup tinggi yakni
sebesar 5,17% secara kumulatif,” kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin
Nasution mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% pada 2018 terbantu
konsumsi rumah tangga kembali pulih ke tren pertumbuhan di atas 5% setelah pada
2017 anjlok 4,9%.

“Ekonomi kita itu pertumbuhan konsumsi sama
pembentukan modalnya (pembentukan modal tetap bruto/PMTB) memang baik, sehingga
sebetulnya secara musiman itu kita tahu kan,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img